Suara.com - Anjuran tetap berada di rumah selama pandemi Covid-19 dipastikan akan berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak, terutama yang masih balita.
Psikologi anak dari Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi menjelaskan bahwa bagi anak-anak interaksi secara langsung akan lebih terasa menyenangkan. Tetapi dalam kondisi saat saat ini, layanan panggilan video bisa dimanfaatkan asalkan dengan batas waktu tertentu.
Ia menyampaikan bahwa penggunaan gawai sebaiknya mulai digunakan untuk anak usia dua tahun ke atas dengan batasan waktu 1-2 jam per hari.
"Utamakan video call dulu, yang penting dosis video call diatur, jangan terlalu banyak. Batas waktunya juga jangan dihabiskan langsung dalam satu kali pakai," kata Saskhya dalam konferensi virtual BNPB, Minggu (26/7/2020).
Melalui panggilan video itu, anak tetap bisa berinteraksi dengan teman-teman sebaya juga gurunya.
Namun karena waktu panggilan video terbatas, Saskhya menyampaikan bahwa orang-orang di rumah tetap yang paling berperan dalam mengembangkan perkembangan sosial anak.
"Jadi perkembangan sosialisasi ini bukan hanya ketika ia ngobrol dengan temannya, tapi bagaimana dia bergantian ngomong, berpikir konteks itu seperti apa, dan juga bagaimana menahan emosi," jelasnya.
Ia mencontohkan, anak bisa diajak bermain bersama dengan pura-pura memeragakan peran dan jalan cerita tertentu.
Sehingga akan terjalin komunikasi antara anak dan orangtua.
Baca Juga: Protokol Kesehatan Penyembelihan Hewan Kurban Menurut MUI
Menurut Saskhya, aktivitas bersama itu bertujuan untuk menjaga kemampuan sosial dan emosi anak.
Stimulus sosialisasi itu juga dinilai sebagai latihan jika nanti anak akan kembali bersekolah tatap muka dan kembali bertemu lingkungan luar.
"Setiap anak karakternya beda. Ada anak yang langsung bisa senang saat akan kembali ke sekolah bertemu teman-teman, tapi ada yang butuh waktu lebih lama, dan ada yang susah banget. Mungkin nanti kalau sudah kembali lagi ke sekolah, seminggu sebelum masuk kita ke rute sekolah tiap hari. Supaya secara sosial dia jadi lebih siap" tuturnya.
Berita Terkait
-
Pendidikan Aksa Uyun, Anak Soimah yang Sudah Jadi Direktur di Usia Muda
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Alyssa Daguise Semprot Netizen, Al Ghazali Dukung dan Ungkap Alasan Beri Nama Bayinya Zephora
-
Dari yang Murah hingga Mewah: Ini 5 Rekomendasi Motor untuk Antar Jemput 2 Anak Sekolah Sekaligus
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius