Suara.com - Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular di mana kondisi jantung rusak atau melemah, sehingga dapat mengancam jiwa. Pasien gagal jantung pun disarankan menghindari stres mental dan emosi marah.
Dilansir dari Science Daily, stres dan amarah mungkin memiliki implikasi klini bagi pasien gagal jantung, menurut laporan baru yang diterbitkan dalm Journal of Cardiac Failure.
Gagal jantung dapat menyebabkan fraksi ejeksi berkurang, di mana otot jantung memompa keluar jumlah darah yang lebih rendah daripada biasanya dengan setiap kontraksi.
Dalam studi pasien yang mengalami gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang, penulis penelitian mengevaluasi efek stres dan amarah pada fungsi diastolik.
Fungsi diastolik ini menggambarkan kemampuan jantung untuk rileks dan mengisi ulang di antara kontraksi otot dan memprediksi risiko kematian.
Selama satu minggu, peserta menyelesaikan kuesioner harian tentang pengalaman stres, kemarahan, dan emosi negatif mereka selama 24 jam sebelumnya.
Peserta kemudian menyelesaikan protokol standar "tekanan mental" di mana mereka memecahkan masalah aritmatika yang menantang dan menggambarkan pengalaman stres baru-baru ini.
Ekokardiogram (gambaran ultrasonografi jantung) dilakukan untuk menilai fungsi diastolik saat istirahat dan selama tugas.
Pasien yang melaporkan mengalami kemarahan dalam seminggu sebelum protokol stres mental laboratorium menunjukkan tekanan diastolik istirahat awal yang lebih buruk, kata para peneliti.
Baca Juga: Cara Mudah Meredakan Stres, Cuma Butuh Waktu 3 Menit!
Lebih lanjut, sebagian besar pasien menunjukkan perubahan yang dipicu oleh stres pada fungsi diastolik, termasuk penurunan relaksasi dini dan peningkatan tekanan diastolik.
Kata penulis utama Kristie Harris, rekan postdoctoral dalam kedokteran kardiovaskular di Yale, stres mental umum terjadi pada pasien dengan gagal jantung karena sebagian kompleksitas dari penyakit dan keterbatasan fungsional.
"Kami memiliki bukti bahwa pasien yang mengalami peningkatan stres kronis mengalami perjalanan penyakit yang lebih memberatkan dengan kualitas hidup yang menurun dan peningkatan risiko kejadian buruk," ujarnya.
Ia pun menambahkan bahwa stresor khas gagal jantung mungkin lebih diperparah oleh stres terkait pandemi Covid-19 saat ini.
"Faktor-faktor seperti stres mental dan amarah sering tidak dikenali dan kurang diperhatikan," kata Matthew Burg, psikolog klinis Yale dan penulis senior studi tersebut.
"Studi ini berkontribusi pada literatur ekstensif yang menunjukkan bahwa stres dan kemarahan mempengaruhi hasil klinis untuk pasien dengan penyakit jantung, menambahkan gagal jantung kronis ke dalam daftar yang mencakup penyakit jantung iskemik (arteri yang menyempit) dan penyakit aritmia," jelas Burg.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur