Suara.com - Perayaan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) tema tahun ini adalah Solidaritas untuk Kemanusiaan.
Namun adanya pandemi Covid-19 membuat PMI kesulitan bekerja, mengingat donor darah biasanya dilakukan dengan mengumpulkan banyak orang.
"Banget kesulitannya, karena larangannya itu kan nggak boleh ada kerumunan, sedangkan donor darah identik dengan berkumpulnya massa, kami benar-benar harus melakukan sesuatu yang berbeda di pandemi ini mengurai kerumunan dan massanya" ujar Kepala UTD PMI DKI Jakarta, Dr.dr.Ni Ken Ritchie, M.Biomed saat dihubungi suara.com, Kamis (17/9/2020).
Alhasil jika biasanya mobile unit PMI mendatang instansi, lembaga, sekolah hingga universitas.
Tapi setelah pandemi acara berkumpul banyak ditiadakan, instansi tidak lagi banyak karyawan dan mahasiswa yang datang pastinya menyulitkan PMI, yang kini pilih lakukan upaya jemput bola.
"Biasanya di masa pandemi ini kami ke kekelurahan yang rutin, mungkin ada komunitas atau instansi yang mengadakan kegiatan. Jadi buat masyarakat yang takut agak jauh bepergian, bisa di lihat di jadwal terdekat (donor darah) di rumahnya," ungkap Dr. Ni Ken.
Jadwal keliling unit mobil PMI DKI Jakarta bisa dilihat di website www.utdpmidkijakarta.or.id yang mendatangi terdekat ke tempat tinggal Anda.
Tapi masyarakat juga bisa datang langsung ke PMI DKI Jakarta pusat di Kramat Jaya, dan 3 cabang lain di PMI Jakarta Selatan, Jakarta timur dan Jakarta Barat.
"Mendekatkan masyarakat dengan lokasi donor darah. Jadi bisa ke cabang tapi memang bukanya jam 8 pagi sampai jam 8 malam, tidak 24 jam. Tapi kalau di Kramat Raya kita 24 jam," jelasnya.
Baca Juga: Hari Palang Merah Indonesia, Apa Saja Sih Tugas PMI?
Sementara itu masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk donor darah karena panitia sudah melakukan sistem agar tidak terjadi kerumunan saat mendonor darah, seperti mengatur jadwal kedatangan saat hendak donor darah di kantor dan cabang PMI, sehingga pendonor bisa datang dan langsung pulang.
"Kita minta atur jadwal orang yang mau donor, ada yang datang jam 9, jam 10, jam 11 jadi jangan sampai semua datang di waktu yang bersamaan," jelasnya.
Sementara untuk ruangan bekas pendonor, pihak PMI juga akan membersihkan baik di mobil maupun di kantor PMI.
Pastinya pendonor harus datang dalam keadaan fit, tidak bergejala Covid-19, tidak ada kontak dalam 2 minggu dengan penderita, dan datang memakai masker.
"Bahkan antar pendonor, antar tempat tidur harus dibersihkan lebih dulu supaya pendonornya nyaman nggak bekas orang. Pemeriksaan suhu udah pasti sebelum masuk," tutup Dr. Ni Ken.
Berita Terkait
-
Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak