Suara.com - Pertumbuhan tinggi badan menjadi parameter terjadinya stunting pada anak.
Meski begitu, orangtua sebaiknya sudah berhati-hati terhadap risiko stunting jika penambahan berat badan anak tidak optimal.
"Stunting tidak terjadi tiba-tiba, selalu diawali dengan berat badan tidak optimal. Berat badan itu berubah dulu tidak optimal baru tinggi badan berubah," kata dokter spesialis anak dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi dikutip dari IGTV akun Ayah&Bunda, Jumat (2/10/2020).
Evaluasi penambahan berat badan bisa jadi deteksi dini mencegah stunting, tambah dokter Tiwi.
Ia mengingatkan, jangan menunggu anak menjadi stunting untuk melakukan deteksi.
Ia menjelaskan bahwa usia tiga bulan pertama adalah penambahan berat badan anak paling cepat terjadi.
Rata-rata kenaikan harus terjadi antara 150-250 gram per minggu atau 600 gram hingga 1 kilo per bulan.
Namun setelah usia bayi di atas enam bulan dan mendapatkan MPASI, penambahan berat badan bayi umumnya melambat.
"Kunci cegah stunting hanya dua. Pertama pemberian ASI baik dan MPASI optimal. Kalau keduanya bisa dilakukan harusnya tidak ada berat badan tidak naik," jelasnya.
Baca Juga: Berat Badan Bayi Jadi Parameter Utama Pertumbuhan, Berapa yang Ideal?
Menurut Tiwi, kedua kunci itu menjadi penting karena gangguan penambahan berat badan pasti akan selalu terjadi terlebih dahulu sebelum anak mengalami stunting.
Terutama pada anak yang lahir prematur, risiko mengalami stunting bisa lebih besar.
Berita Terkait
-
5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!
-
7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami
-
Bukan Tips Diet: Membedah Stigma dan Kebebasan dalam Novel Amalia Yunus
-
Bebas Makan Enak, 5 Tips Tetap Stabilkan Berat Badan saat Hari Raya
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit