Suara.com - Ahli Entomologi University of Melbourne membiarkan ribuan nyamuk menggigit lengannya secara teratur demi penelitian untuk memberantas demam berdarah.
Adalah Dr Perran Stott Ross yang telah meneliti selama bertahun-tahun untuk menemukan cara efektif mencegah penyebaran virus Dengue penyebab demam berdarah.
Salah satu strateginya membiarkan nyamuk terinfeksi Wolbachia, bakteri yang secara alami menghalangi penularan demam berdarah dari generasi ke generasi nyamuk ke manusia.
Tapi risikonya dalam penelitian ini Dr Stott Ross harus memantau ribuan serangga penghisap darah itu, dan untuk memantaunya ia membiarkan nyamuk menghisap darah miliknya hingga puas.
Aksi Ilmuwan Australia ini menjadi viral setelah ia mentweet foto lengannya yang melepuh usai memberi makan 5.000 nyamuk betina. Ia mengaku gigitan nyamuk ini terkadang menyakitkan, dan ia menahan diri untuk tidak menggaruk setelah sesi memberi makan nyamuk itu.
"Kadang bisa sedikit menyengat jika mereka menggigit di tempat yang sensitif, tapi kebanyakan hanya iritasi ringan," kata Ross mengutip Odditycentral, Sabtu (3/10/2020).
Melihat foto dan video yang dibagikan Dr Stott Ross di akun twitternya, orang banyak yang bertanya apakah ia kebal terhadap sakit dan iritasi dari gigitan nyamuk.
"Aku bahkan tidak bisa membayangkan betapa kurasakan gatal yang teramat sangat menyerang," katanya.
"Catatan pemberian darah nyamuk hari ini, 5.000 nyamuk betina diberi makan dan 16 milimeter darah hilang," tulis Ilmuwan itu di satu ketika.
Baca Juga: Karena Bakteri Wolbachia, Kasus DBD Turun 77 Persen di Yogyakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya