Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mengalami masa mengkhawatirkan dan harus bertarung selama 48 jam ke depan dalam hal penanganan perawatan setelah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows Sabtu (3/10).
Pernyataan tersebut sangat berbeda dengan pernyataan yang sempat dilontarkan dokter Trump yang susah payah tidak mengungkapkan bahwa presiden Trump harus menerima oksigen tambahan di Gedung Putih sebelum akhirnya diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit.
Lewat akun Twitter pribadi, Donald Trump pada Jumat (2/10) mengatakan dia dan istrinya Melania telah dinyatakan positif Covid-19.
Gedung Putih menyampaikan, dia diberi perawatan eksperimental yang dirancang untuk memerangi virus serta serangkaian kecil perawatan, termasuk pemberian aspirin dan Vitamin D.
Trump yang sudah berusia 74 tahun itu mengalami demam ringan, kata sebuah sumber, dan dibawa ke rumah sakit militer Walter Reed selama beberapa hari sebagai tindakan pencegahan. Jenis kelamin, usia, dan berat badan Trump membuatnya lebih rentan terhadap risiko Covid-19 yang lebih parah.
Para ahli juga menyebutkan, Trump memiliki faktor risiko sekitar 4 persen untuk meninggal dunia. Trump harus dipindahkan ke rumah sakit jika kondisinya memburuk, misalnya jika dia mengalami masalah pernapasan.
Menurut Direktur epidemiologi rumah sakit di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles Dr. Jonathan Grein, pasien Covid-19 biasanya akan mengalami gejala selama beberapa minggu.
"Tidak jarang pasien mengalami gejala selama beberapa minggu. Beberapa dapat menjadi lebih buruk hingga minggu kedua penyakitnya," kata Grein dalam sebuah wawancara telepon, dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga: Ilmuwan Hitung Prakiraan Kapan Donald Trump Terinfeksi, Ini Hasilnya
Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19, FDA telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk dua perawatan yaitu Veklury yang juga dikenal sebagai remdesivir, obat antivirus intravena yang dijual oleh Gilead Sciences, yang telah terbukti mempersingkat masa inap di rumah sakit.
Juga plasma pemulihan, yang berasal dari darah orang yang selamat dari penyakit dan membawa antibodi yang dapat membantu pasien melawan Covid-19.
Rumah sakit juga biasanya menggunakan steroid deksametason generik, yang ditunjukkan dalam penelitian untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis yang membutuhkan oksigen ekstra.
Tetapi steroid tidak boleh digunakan pada orang dengan penyakit ringan karena dapat membatasi kemampuan tubuh sendiri untuk melawan virus, menurut pedoman dari Infectious Disease Society of America.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!