Health / Konsultasi
Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:21 WIB
Ilustrasi cuci tangan pakai sabun. (shutterstock)

Tiga Risiko Bila Terlalu Sering Cuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer

1. Meningkatkan Risko Infeksi
Beberapa ahli medis mengatakan terlalu sering mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer yang beralkohol juga tidak baik. Cara ini justru meningkatkan risiko infeksi melalui gangguan kulit.

Menurut Japan Today dilansir oleh World of Buzz, para ahli mengatakan bahwa terlalu sering mencuci tangan dengan sabun bisa memberikan efek sebaliknya atau tidak dapat melindungi diri.

Karena, mencuci tangan pakai sabun terlalu sering bisa mengikis kulit, melemahkan kemampuannya bekerja sebagai penghalang untuk menjaga kelembapan dan efek berbahaya lainnya.

2. Membunuh Bakteri Baik
Begitu pula jika Anda berlebihan memakai hand sanitizer berbasis alkohol secara dan mencuci tangan dengan cara salah. Langkah tersebut justru bisa membunuh flora bakteri normal alias bakteri baik.

Hand Sanitizer. (Shutterstock)

Flora bakteri ini melapisi kulit dan membantu menangkis setiap serangan agen patogen seperti norovirus. Bahkan produsen produk hand sanitizer pun mengakui penggunaan produknya yang berlebihan bisa berbahaya.

"Orang tentu saja perlu mencuci tangannya dan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk mengurangi risiko penularan virus, tetapi melakukannya secara berlebihan juga tidak baik," jelas juru bicara produsen produk kimia dan konsumen Jepang Kao Corp.

3, Kulit Jadi Kering dan Rusak
Selain itu, hand sanitizer berbasis alkohol bisa membuat kulit berminyak dan tidak bisa menyerap air. Kondisi ini akan mebuat kulit lebih kasar dan pecah-pecah jika penggunaannya berlebihan.

INFOGRAFIS: Yuk #CuciTangan Jika...

Penggunaan bahan kimia yang terlalu banyak di tangan juga bisa menyebabkan masalah iritasi kulit, karena fungsi penghalang normal terganggu dan membuatnya lebih rentan.

Baca Juga: Sejarah Hari Cuci Tangan Sedunia

"Kulit kering dan rusak bisa menjadi sarang bakteri penyakit dan meningkatkan risiko virus memasuki tubuh melalui luka di kulit. Guna mencegah infeksi, jauh lebih penting untuk mencuci tangan dengan sabun dalam jumlah sedang selama lebih dari 30 detik secara efektif, daripada mencuci tangan beberapa kali sehari," jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan seseorang harus menyeka tangannya dengan handuk bersih ssetelah dicuci. Karena, tangan basah bisa menyebabkan gangguan kulit dan memungkinkan patogen menempel pada tangan.

Cara tersebut juga berlaku bagi orang yang sering menggunakan lotion atau krim pelembap untuk membantu menjaga kulit kering, pecah-pecah dan memperkuat penghalangnya.

Lantas, kapan waktu tepat untuk mencuci tangan pakai sabun atau alkohol? Simak di halaman berikutnya.

10 Waktu Tepat untuk Mencuci Tangan Pakai Sabun

Dikutip dari situs resmi WHO, berikut 10 waktu tepat harus mencuci tangan pakai sabun atau bisa juga hand sanitizer saat Anda bepergian.

Waktu yang tepat untuk mencuci tangan. (Twitter/@WHOWPRO)
  1. Setelah membuang ingus, batuk atau bersin
  2. Setelah mengunjungi ruang publik, termasuk angkutan umum
  3. Setelah menyentuh permukaan di luar rumah, termasuk uang
  4. Sebelum, selama, dan setelah merawat orang sakit
  5. Sebelum dan sesudah makan
  6. Setelah menggunakan toilet
  7. Setelah menangani sampah
  8. Setelah menyentuh hewan dan hewan peliharaan
  9. Setelah mengganti popok bayi atau membantu anak menggunakan toilet
  10. Saat tangan Anda terlihat kotor

Load More