"Dan tolong, jangan pernah sekali-kali kalian cium anak orang. Kalian gak tau ada penyakit apa di dalam tubuh kalian, dan anak kecil masih sangat rentan," imbau ayah Ryu.
Penyebab Dermatitis Atopik
Menurut IDAI, dermatitis atopik pada bayi biasanya ditandai dengan adanya gejala berikut:
- radang kulit yang disertai dengan gatal
- muncul bintil-bintil kemerahan
- gatal
- kulit menjadi kering, bersisik
- luka yang menebal dan menjadi kehitaman
Dermatitis atopik pada bayi muncul pada bagian tubuh lekuk siku, lekuk lutut, dan sekitar daerah pipi.
Faktor penyebab dermatitis atopik sebenarnya tidak bisa diprediksi secara pasti. Akan tetapi setidaknya ada beberapa faktor yang memengaruhi timbulnya penyakit jenis ini, yakni:
1. Faktor Genetik
Jika seorang anak memiliki orangtua, saudara, atau kerabat dengan riwayat kesehatan memiliki alergi sejenis, tentunya anak tersebut memiliki kesempatan lebih besar mengalami dermatitis atopik.
2. Bakteri dan Kuman Penyakit
Menurut dr. Anandika Pawitri dari SehatQ, kasus yang terjadi pada Ryu cukup berbeda. Ada faktor lain selain genetik yang juga memengaruhi timbulnya dermatitis atopik pada dirinya, yakni bakteri dari tangan orang lain yang menyentuh dirinya.
"Beberapa penelitian mengatakan bahwa mutasi genetik adalah yang menjadi penyebab utama gejala-gejala dermatitis atopik muncul. Mutasi ini juga berakibat tubuh bereaksi berlebihan terhadap makanan, bakteri, sabun, debu, dan lain-lain."
"Padahal jika hal-hal tersebut dipaparkan pada orang yang tidak mengalami mutasi genetik, dermatitis atopik tidak akan terjadi," kata dr. Anandika saat dihubungi theAsianparent.
"Salah satu pemicu dermatitis atopik bisa berupa bakteri yang ada pada kulit tangan, wajah atau bibir seseorang. Tapi sekali lagi, hanya pada bayi yang memiliki kecenderungan mengalami dermatitis atopik," jelas dr. Anandika.
Baca Juga: Mengenal Dermatitis Atopik, Gangguan Kulit yang Dialami Anak Mona Ratuliu
Cara Mencegah Terjadinya Dermatitis Atopik
Menurut IDAI, orangtua bisa mencegah anak mereka dari dermatitis atopik dengan cara:
- Menjaga kebersihan kulit bayi dan anak
- Hindari faktor penyebab kekambuhan dan menjaga kulit tetap lembab dengan mengoleskan pelembab bayi setelah mandi
- Gunakan sabun dengan pH netral dan yang mengandung pelembap
- Hindari penggunaan produk pembersih antibakteri
- Jangan terlalu sering memandikan bayi, cukup 1-2 kali sehari dan sebaiknya selama 10 menit
- Cuci pakaian dengan deterjen khusus bayi dan bilas dengan baik
- Jangan memakai pakaian terlalu tebal, ketat, kotor, dan bersifat iritan seperti wol atau sintetik
- Hindari makanan yang dicurigai menyebabkan kambuhnya dermatitis atopik, dan konsultasikan hal ini dengan dokter terkait hal ini
Menurut dr. Anandika, anak perlu dilatih ketahanan tubuhnya terhadap lingkungan yang sebenarnya. Lakukan latihan ketahanan tubuh anak pada porsi yang wajar pada lingkungan, makanan, dan tanah.
Jika anak dibiasakan dengan lingkungan yang terlalu bersih, tubuhnya menjadi tidak terlatih untuk bisa menerima lingkungan baru dengan segala kondisi yang berbeda.
Demikianlah informasi terkait dermatitis atopik pada bayi. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran bagi setiap orangtua.
Sumber:
https://id.theasianparent.com/dermatitis-atopik-pada-bayi
Baca:
https://id.theasianparent.com/gambar-rumah-ada-di-indonesia
https://id.theasianparent.com/perubahan-payudara-saat-hamil
| Published by The Asian Parent |
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol