Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang positif Covid-19 bisa menyebarkan virus melalui tetesan napas di sepanjang lorong atau koridor yang sempit. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan pada pedoman yang diterapkan untuk melindungi orang dari penularan melalui udara.
Melansir dari News Medical, sebuah tim ilmuwan di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok telah meneliti bagaimana tetesan tersebar di lingkungan yang berbeda untuk memahami Covid-19. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Physics of Fluids.
Studi ini menggunakan simulasi komputer untuk memprediksi pola aliran udara dan penyebaran tetesan dalam berbagai skenario. Tim menyimpulkan bagaimana bentuk dan ukuran ruang memengaruhi penularan Covid-19.
Temuan studi ini menyoroti bagaimana berjalan cepat di belakang orang dewasa yang terinfeksi di koridor atau lorong sempit bisa meningkatkan risiko penularan. Risiko ini semakin tinggi terutama pada anak-anak.
Tim yang berbasis di China tersebut menemukan bahwa ketika seseorang batuk saat berjalan melalui koridor, mereka mengeluarkan tetesan air ke udara yang membentuk jejak mengelilingi tubuh orang tersebut seperti air yang bergerak di sekitar lorong.
Tim menyebut pola tetesan ini sebagai gelembung sirkulasi yang kemudian membentuk jejak tertinggal di belakang mereka saat mereka berjalan. Tetesan ini akan mengikuti mereka di area sekitinggi pinggang, setara dengan tinggi mulut anak-anak.
Jejak tetesan napas tersebut, jika dihasilkan oleh seseorang yang terinfeksi Covid-19, maka bisa menempatkan orang yang berjalan di belakangnya mengalami risiko tertular yang lebih tinggi.
"Pola aliran yang kami temukan sangat terkait dengan bentuk tubuh manusia,"kata salah satu penulis makalah, Xiaolei Yang.
Tim menyimpulkan bahwa anak-anak berisiko khusus untuk jenis penularan ini, mengingat tetesan bergerak ke sekitar tinggi mulut anak-anak. Temuan studi ini kemungkinan besar akan sangat berharga untuk pengembangan pedoman jarak sosial yang lebih efektif.
Baca Juga: Bisnis Butiknya Merugi, Ivan Gunawan Akui Tak Potong Gaji Pegawai
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien