Suara.com - Pemutih klorin sering digunakan dalam banyak produk pembersih rumah tangga, seperti sabun cuci piring, sabun cuci pakaian atau pembersih kamar mandi.
Karena, klorin bisa membunuh sebagian besar kuman. Bahkan banyak orang juga menggunakan untuk mendisinfeksi air minum dan membersihkan air kolam renang.
Di Amerika Serikat, 98 persen sistem pasokan air olahan menggunakan klorin sebagai disinfektan. Tapi, Anda perlu mengetahui hal yang terjadi ketika memasukkan klorin ke dalam air.
Saat Anda menambahkan disinfektan klorin ke air, reaksi kimia terjadi dan asam lemah yang disebut asam hipoklorit dilepaskan.
Asam ini mampu menembus dinding sel mikroba seperti bakteri dan virus, sehingga bisa menyerang dan membunuh kuman secara efektif.
"Disinfektan berbahan dasar klorin sangat efektif melawan berbagai virus dan bakteri, bahkan dalam kondisi yang tepat parasit," kata Mary Ostrowski, direktur senior masalah klorin di American Chemistry Council dikutip dari Insider.
Klorin bekerja dengan cara menghancurkan protein dalam sel bakteri, yang menyebabkan kematian bakteri. Mary Ostrowski mengatakan klorin juga mampu membunuh virus meskipun metode yang digunakan untuk membunuh virus kurang dipahami.
Beberapa ahli berpendapat bahwa klorin merusak protein di dalam sel virus, membuat virus tidak bisa masuk ke sel manusia dan menyebabkan infeksi.
Meskipun klorin bisa membunuh sebagian besar kuman, klorin tidak selalu langsung bekerja. Hal inilah yang menjadi satu alasan klorin bisa bekerja lebih baik ketika digunakan membersihkan air kolam atau tangki air.
Baca Juga: 5 Gejala Virus Corona Terkait Gangguan Pencernaan, Waspadai Cirinya!
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri e. coli yang paling umum menyebar melalui tinja bisa mati dalam waktu kurang dari 1 menit ketika terpapar konsentrasi klorin di kolam.
Sementara, Hepatitis A, virus yang memengaruhi hati membutuhkan waktu 16 menit untuk mati. Klorin bisa memakan waktu lebih lama untuk membunuh parasit gastrointestinal.
Sebuah kondisi yang disebut Giardia membutuhkan waktu 45 menit untuk mati. Sedangkan, cryptosporidium yang merupakan penyakit diare serius membutuhkan waktu 10,6 hari unuk mati setelah terpapar klorin.
Garis waktu ini lebih lama daripada beberapa disinfektan lain seperti isopropil atau etil alkohol, yang membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk membunuh sebagian besar mikroba. Akan tetapi, klorin memiliki keunggulan yaitu mampu membunuh spora bakteri, bentuk bakteri aktif yang dapat aktif menyebabkan infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya