Suara.com - Pemerintah Jepang memperluas daerah dengan status darurat setelah kasus Covid-19 di negara tersebut terus merangkak naik.
Dilansir ANTARA, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada pertemuan eksekutif partai yang berkuasa pada Selasa (12/1) bahwa dia akan mengumumkan keadaan darurat untuk tiga prefektur lainnya di barat Jepang, yaitu Osaka, Kyoto, dan Hyogo.
Perluasan penerapan keadaan darurat di luar Tokyo itu dilakukan untuk membendung penyebaran Covid-19 yang kasusnya meningkat di Jepang, demikian laporan kantor berita Kyodo.
Menanggapi tekanan dari Tokyo dan tiga prefektur tetangga di timur Jepang, Suga pekan lalu menyatakan keadaan darurat satu bulan untuk wilayah itu hingga 7 Februari.
Namun, jumlah kasus infeksi virus corona juga meningkat di wilayah barat, sehingga mendorong penerapan keadaan darurat juga di tiga prefektur lainnya.
Menurut berita Kyodo yang mengutip sumber pemerintah, Jepang sedang menyelesaikan rencana untuk mengumumkan keadaan darurat di tiga prefektur di barat Jepang pada Rabu, dan juga akan mempertimbangkan untuk menambahkan beberapa prefektur lainnya di pusat, seperti Aichi - rumah bagi Toyota Motor Corp - dan Gifu.
Juru bicara pemerintah Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, tidak mengonfirmasi laporan itu, namun hanya mengatakan bahwa pemerintah akan dengan cepat mempertimbangkan langkah-langkah untuk wilayah Osaka.
Di bawah hukum Jepang, perdana menteri dapat mengumumkan keadaan darurat, yang memberikan dasar hukum kepada otoritas lokal untuk meminta penduduk dan bisnis membatasi pergerakan dan kegiatan bekerja.
Suga telah dikritik karena banyak orang menilai dia melakukan langkah tanggapan yang lambat, membingungkan, dan sedikit demi sedikit terhadap pandemi ketika kasus infeksi virus corona di Jepang mendekati rekor tertinggi.
Baca Juga: Pertama Kali, Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Meksiko
Kasus virus corona harian mencapai rekor 7.882 pada Jumat lalu, sehingga totalnya menjadi hampir 300.000, menurut laporan NHK.
Dalam upaya membantu sektor jasa yang kesulitan, pemerintah Jepang sebelumnya telah mendorong warganya untuk bepergian di dalam negeri dan makan malam di luar dengan menawarkan subsidi yang banyak. Namun, pemerintah akhirnya menghentikan program tersebut akhir tahun lalu ketika kasus Covid-19 melonjak.
Sekarang, pemerintah meminta penduduk di daerah Tokyo untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin dan meminta bar serta restoran tutup pada pukul 08.00 malam.
Dalam survei Kyodo News yang diterbitkan pada Minggu (10/1), sekitar 79 persen responden mengatakan keputusan Suga untuk mengumumkan keadaan darurat Tokyo sudah terlambat. Selain itu, sekitar 80 persen responden mengatakan Olimpiade Tokyo tahun ini harus dibatalkan atau ditunda.
Berita Terkait
-
China 'Jajah' Jepang, Penjualan BYD Naik Nyaris 100 Persen di Negeri Sakura
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Daftar Wilayah Jepang Dihantam Tsunami Hari Ini
-
Jepang Cek PLTN Onagawa dan Fukushima Daini Usai Gempa Besar dan Tsunami Hari Ini
-
Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama