Suara.com - Anak-anak memang kurang rentan terhadap penularan virus corona Covid-19, namun mereka disebut lebih bisa menularkan dibanding orang dewasa di atas 60 tahun atau lansia.
Melansir dari Mdlinx, anak-anak hampir 60 persen lebih mungkin menulari anggota keluarga lain dibandingkan orang dewasa di atas 60 tahun saat terinfeksi Covid-19. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada jurnal Lancet Infectious Diseases.
"Penemuan ini menunjukkan perlunya melakukan studi keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19 pada anak-anak," kata rekan penulis studi senior, Yang Yang seorang profesor biostatistik dan anggota dari Emerging Pathogens Institute di Universitas Florida.
"Kita juga perlu memperhitungkan potensi infektivitas tinggi anak-anak ketika merencanakan pembukaan kembali sekolah dan tindakan pencegahan apa yang perlu diambil saat sekolah kembali aktif," kata Yang dalam rilis berita universitas.
Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 27.000 rumah tangga di Wuhan, China antara 2 Desember 2019 hingga 18 April 2020.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menularkan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, pada tingkat yang sama seperti orang dewasa. Infektivitas yang lebih tinggi pada anak-anak dalam penelitian ini mungkin disebabkan oleh kontak dekat dengan orang tua dan kerabat lain yang merawat mereka.
Studi ini juga menemukan bahwa bayi yang berusia di bawah 1 tahun secara signifikan lebih mungkin terinfeksi Covid-19 daripada anak-anak antara usia 2 hingga 5 tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh kombinasi sistem kekebalan mereka yang masih berkembang dan kontak dekat mereka dengan orang dewasa.
"Kemungkinan tidak akan ada vaksin untuk bayi untuk melawan Covid-19 dalam waktu dekat, jadi kita perlu melindungi pengasuh mereka," kata rekan penulis studi Ira Longini, seorang profesor biostatistik di Universitas Florida.
"Kami mungkin ingin memprioritaskan vaksinasi Covid-19 pada pengasuh untuk melindungi bayi secara tidak langsung karena kami sendiri tidak benar-benar mengetahui konsekuensi jangka panjang dari infeksi, terutama pada bayi," imbuhnya.
Baca Juga: Banjir Melanda, Kasus Covid-19 Meledak di Banjarbaru
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak