Suara.com - Gejala diabetes tipe 2 akan terus berkembang secara bertahap, sehingga banyak perubahan kecil dalam tubuh yang mungkin akan terabaikan hingga menjadi lebih buruk.
Padahal poliuria salah satu dari tiga gejala klasik diabetes tipe 2 yang seharusnya diwaspadai. Dalam istilah medis, kondisi ini artinya sering buang air kecil dalam jumlah besar dan sering.
Jika Anda khawatir akan kondisi itu, perlu diperhatikan seberapa sering Anda menggunakan toilet untuk buang air kecil dalam sehari.
Gejala klasik kedua dari diabetes tipe 2 adalah polidipsia, yakni kondisi yang membuat seseorang sering merasakan haus. Artinya, Anda akan terus merasakan haus entah seberapa banyak Anda minum.
Gejala klasik ketiga adalah polifagia, yang artinya Anda mengalami peningkatan nafsu makan yang tidak dipuaskan dengan makan.
Dilansir dari Express, ada pula tanda lain yang menunjukkan Anda menderita penyakit itu termasuk kelelahan, pusing, penurunan berat badan, penglihatan kabur, penyembuhan lambat, alat kelamin gatal dan mual.
Karena itu, penting untuk memahami setiap perubahan dalam tubuh agar mengetahui Anda menderita diabetes tipe 2 atau tidak. Ketika sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, maka hormon yang diproduksi oleh pankreas tidak bisa mengambil glukosa sebagai bahan bakar.
Glukosa adalah sejenis gula yang Anda peroleh dari mengonsumsi makanan tertentu. Pada orang dalam kondisi sehat, makanan yang Anda konsumsi membantu menyediakan energi.
Resistensi insulin menyebabkan glukosa menumpuk di aliran darah alih-alih diambil oleh sel-sel tubuh. NHS menjelaskan bahwa terlalu banyak glukosa dalam darah dikenal sebagai hiperglikemia.
Baca Juga: Bekerja Shift Malam Tingkatkan Risiko Diabetes, Begini 4 Cara Mengatasinya!
Efek samping yang berpotensi berbahaya dari diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Hiperglikemia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata, saraf, ginjal dan pembuluh darah.
Saat terlalu banyak glukosa dalam aliran darah, tubuh akan mencoba membuang kelebihannya. Ginjal mencoba membuang kelebihan gula dalam aliran darah melalui urine, yang menyebabkan poliuria sebagai tanda peringatan diabetes tipe 2.
Di samping kebutuhan buang air kecil yang lebih sering, tubuh pastinya akan lebih dehidrasi. Kondisi inilah yang menyebabkan polidipsia.
Sedangkan pada polifagia, jika Anda tidak bisa mendapatkan energi dari makanan yang Anda konsumsi. Maka tak peduli seberapa banyak Anda makan, tubuh pasti akan membutuhkan sumber energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya