Suara.com - Perempuan disarankan untuk cukupi kebutuhan kalsium mereka terutama sebelum usia 30 tahun. Hal ini disebabkan karena perempuan memiliki kemungkinan lebih tinggi menagalami masalah tulang seperti osteoporosis.
Melanasir dari Healthshots, tulang adalah tempat penyimpanan utama kalsium di dalam tubuh. Mineral tersebut diperlukan untuk menjaga masa tulang yang merupakan kunci kerangka kuat yang dapat menopang tubuh.
Dalam hal ini, kadar kalsium menentukan kesehatan tulang. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga massa tulang dengan baik agar tulang Anda tetap sehat.
Sama seperti semua proses dalam tubuh, proses menghancurkan dan membangun tulang menjadi lebih lambat di tahun-tahun terakhir kehidupan. Anda akan mencapai kepadatan tulang puncak antara usia 25 hingga 30 tahun. Di atas umur tersebut, tulang akan mengurangi penyerapan kalsium daripada sebelumnya.
Sayangnya, masalah tulang mempengaruhi perempuan lebih banyak daripada pria. Perempuan sudah memiliki jaringan tulang yang lebih rendah daripada pria, tetapi penurunan penyerapan kalsium ini semakin dipercepat saat mendekati menopause karena perubahan dramatis dalam tingkat estrogen.
Terlebih lagi, perempuan yang memiliki masalah hormonal seperti tiroid mungkin lebih rentan terhadap masalah tulang.
Setelah usia 30 tahun, Anda tidak dapat berbuat banyak tentang masalah tulang. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga tulang sebelum mencapai usia 30 tahun. Selain suplemen, berikut beberapa makanan yang kaya kalsium, antara lain:
- Produk susu seperti susu, keju, mentega
- Sayuran berdaun hijau seperti bayam
- Biji-bijian, terutama dengan biji wijen, poppy dan chia
- Lentil
- Ikan, terutama salmon
- Kacang almond
- Bayam
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata