Suara.com - Pertanyaan tentang jarang bercinta bisa bikin kanker prostat menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Rabu (17/2/2021).
Ada juga ancaman diabetes tipe 2 untuk organ tubuh dan tanggapan dokter terkait pernyataan Indonesia bebas Corona 17 Agustus.
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com berikut ini.
1. Benarkah Jarang Bercinta Bikin Pria Kena Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter
Dokter menjawab risiko kanker prostat yang bisa dialami pria. Benarkah karena jarang bercinta?
Dokter spesialis Uro-Onkologi Dr. dr. Nur Rasyid. Sp.U(K). menjelaskan bahwa hubungan seksual bagi laki-laki menandakan kemampuan ereksinya masih berfungsi baik.
2. Diabetes Tipe 2 Bisa Menyerang Berbagai Bagian Tubuh, Simak Rincian Berikut
Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau menolak insulin, sehingga gula darah meningkat. Glukosa darah di dalam tubuh dikendalikan oleh insulin yang diproduksi oleh pankreas.
Baca Juga: 70 Persen Pasien Kanker Prostat Telat Periksakan Diri, Apa Sebabnya?
Produksi insulin yang tidak mencukupi dapat menyebabkan diabetes. Kondisinya dapat dikontrol tetapi dalam banyak kasus malah bisa berlangsung seumur hidup.
3. Target Indonesia Bebas Corona 17 Agustus 2021, IDI: Bisa Tercapai, Tapi...
Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menilai target pandemi corona bisa terkendali pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021 yang dicanangkan Ketua Satgas Doni Monardo mungkin saja tercapai.
Zubairi melihat target yang dicanangkan Doni tersebut penting untuk meningkatkan semangat seluruh pihak yang menangani pandemi termasuk masyarakat agar patuh menjalani protokol kesehatan.
4. Menahan Lapar untuk Menurunkan Berat Badan Adalah Ide Buruk, Ini Alasannya!
Ketika mendengar istilah 'diet, kebanyakan dari kita membayangkan menahan lapar dan mengurangi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. Tapi, apakah diet dengan cara itu bisa berhasil menurunkan berat badan?
Jawabannya adalah tidak! Memaksa tubuh kelaparan bisa mengganggu kesehatan. Dan tak hanya itu, ketika Anda membatasi makanan tertentu, pada dasarnya Anda juga akan membatasi konsumsi nutrisi, yang berakibat tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan.
5. Orangtua Wajib Tahu, Ini Beda Anak Aktif, Hiperaktif, dan ADHD
Bagi beberapa orangtua, mungkin terkadang cukup bingung untuk menghadapi anak yang terlalu aktif. Namun, hal tersebut juga membuat orangtua bingung apakah anaknya termasuk ke dalam golongan aktif, hiperaktif, atau Gangguan Pemusatan Perhatian (ADHD).
Menurut Psikologi Klinik Tumbuh Kembang Anak, Siti Sa’diah Syam, S. Psi, M.Psi, Psikolog, hiperaktif merupakan kondisi di mana anak menjadi cenderung lebih aktif dari biasanya.
Berita Terkait
-
Atasi Pembesaran Prostat Tanpa Operasi Besar? Kenali Rezum, Terapi Uap Air yang Jadi Harapan Baru
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Bukan Sekadar Obat, Ini 7 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Prostat Menurut Sains
-
Cuma 15 Menit, Terapi Ini Bikin Hidup Pria Lansia Lebih Tenang
-
Ketika Terapi Prostat Tak Lagi Menakutkan, Rezum Hadir Jadi Solusi Modern Minim Risiko
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak