Suara.com - Sejak 1950 tanggal 7 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Sedunia atau World Health Day. Momen ini dimanfaatkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk meluncurkan logo 'Pilihan Lebih Sehat' pada produk siap konsumsi.
Logo ini ada di produk kemasan makanan dan minuman dengan gambar ceklis berwarna hijau, yang mengartikan jika produk punya takaran yang lebih menyehatkan dibanding kemasan lainnya.
"Sesuai UU No. 18 tahun 2012 tentang pangan, negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang yang sejalan arahan dengan badan kesehatan dunia," ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes, dalam acara webinar Frisian Flag Indonesia (FFI), Selasa (6/4/2021).
Program ini menurut Rita sejalan dengan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, agar negara fokus mengurangi faktor risiko penyakit kronis seperti jantung, ginjal, diabetes hingga stroke akibat dari gaya hidup dan pola konsumsi sehari-hari masyarakatnya.
"BPOM mengakomodir penggunaan Logo 'Pilihan Lebih Sehat' pada bagian utama label yang bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam memilih pangan yang lebih sehat," ungkap Rita.
Rita juga meminta masyarakat untuk lebih mau membaca apa saja kandungan yang tertera pada kemasan produk. Seperti kadar gula, garam, lemak, hingga nilai gizinya bisa ukur dan diperhatikan punya takaran pribadi sehingga tidak dikonsumsi berlebihan.
"Dengan cek KLIK: Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa dari produk siap konsumsi. Dengan melihat informasi nilai gizi pada label, masyarakat dapat melihat dan menentukan kontribusi produk tersebut terhadap pemenuhan gizi mereka," jelas Rita.
Sebagai contoh, logo 'Pilihan Lebih Sehat' ini sudah tertera pada produk FFI, yakni di varian susu cair siap minum Full Cream.
Dengan mendapatkan logo ini, maka artinya produk tersebut lolos salah satu syarat yakni kandungan gula maksimum 6 gram per 100 mililiter.
Baca Juga: BPOM Temukan 300 Kg Mi Mengandung Formalin di Aceh
“Dengan penggunaan logo ini diharapkan masyarakat dapat memilih pangan yang lebih sehat. Label ini juga sekaligus mengedukasi dan memberi informasi yang jelas kepada konsumen yang memang menjadi penentu keputusan dalam membeli dan menyediakan pangan sesuai kebutuhanya,” pungkas Rita.
Berita Terkait
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Waspada! Ini 15 Kosmetik Berbahaya Mengandung Hidrokuinon Temuan BPOM Tahun 2026
-
Daftar 26 Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM, Ini Rinciannya
-
Kepala BPOM Pastikan Susu Formula Nestl yang Terkontaminasi Bakteri Tidak Beredar di Indonesia
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Pemutih Badan yang Aman dan Sudah BPOM, Bisa Dipakai Setiap Hari
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?