Suara.com - Luka bekas sayatan operasi kerap menjadi perhatian paska-bedah. Untungnya, kegelisahan serupa tak perlu lagi dikhawatirkan oleh pasien bedah jantung.
Sebab kini tersedia operasi bedah jantung dengan sayatan minimal yang hanya akan menimbulkan luka sepanjang lima sentimeter.
Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV (K) mengatakan, pasien jantung yang menjalani bedah sayatan minimal memiliki sejumlah persyaratan.
"Memang ada kriteria tertentu dalam melakukan operasi sayatan minimal. Karena memang lapangan operasi kita terbatas, maka kita harus memberi pasien tertentu yang tidak masuk kategori high risk," kata dokter Amin dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (26/4/2021).
Pasien jantung jika ingin melakukan operasi sayatan minimal disarankan tidak menunggu hingga kondisi gawat.
Namun kata dr. Amin, umumnya kebiasaan masyarakat Indonesia adalah menunda datang ke rumah sakit untuk menjalankan operasi.
Sehingga rawan datang ke rumah sakit dalam kondisi tahap akhir atau fungsi pompa sudah jantung menurun. Kondisi seperti inilah membuat pasien sangat tidak disarankan untuk dilakukan operasi sayatan minimal.
"Tidak seperti di luar negeri, mereka mungkin masyarakatnya aware dengan kesehatan. Jadi masih tahap dini, mereka sudah berobat ke dokter. Apalagi cover asuransinya juga bagus. Itu yang membedakan kita dengan negara maju lainnya," ucapnya.
Selain itu, pasien jantung dengan kondisi high risk dan memiliki kelainan pada banyak katup juga tidak boleh melakukan operasi sayatan minimal.
Baca Juga: Catat, Ini yang Harus Dilakukan Setelah Operasi Pasang Ring di Jantung
"Kadang-kadang kerusakan pada katup jantung itu bisa tiga bahkan empat katup. Jadi kalau sudah melibatkan terlalu banyak katup, kita tidak melakukan operasi teknik jantung seperti ini. Memang kriteria tertentu yang harusnya kita memilih kira-kira metode apa yang terbaik."
"Di tim bedah jantung, kita memang memiliki tim work. Segala keputusan bukan dilakukan secara personal, kita selalu memilih kira-kira apa yang terbaik untuk pasien," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin