Suara.com - Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja dan tinggal di Indonesia boleh mengikuti program vaksinasi Covid Gotong Royong.
Dengan catatan, perusahaan tempatnya bekerja yang harus mendaftar untuk bisa mendapatkan vaksin, kata Wakil Ketua Kadin Sinta Widjaja Kamdani.
Sinta juga mengatakan bahwa WNA harus memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau pun Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
"(Vaksin goting royong) boleh untuk WNA dengan menunjukkan surat KITAS dan KITAP," kata Sinta dalam webinar daring, Kamis (6/5/2021).
Bukan status warga negara yang akan menentukan penerima vaksin lebih dulu. Sinta menyampaikan bahwa pemerintah telah mengatur agar perusahaan yang berada di zona merah Covid-19 juga termasuk industri padat karya yang akan didahulukan mendapat vaksin.
Ia menambahkan, meski saat ini telah lebih dari 17.800 perusahaan yang mendaftar dengan jumlah karyawan mencapai 8,6 juta orang, vaksinasi perlu dilakukan secara bertahap karena stok vaksin yang masih terbatas.
"Pelaksanaannya akan secara bertahap karena jumlah (vaksin) yang datang juga bertahap. Enggak mungkin kita bisa sekaligus jadi memang perusahaan yang mendaftar juga harus bersabar untuk mendapat gilirannya nanti," ucapnya.
Jubir Menteri BUMN Arya Sinulingga menambahkan bahwa mengikutsertakan WNA dalam vaksinasi adalah hal yang wajar. Sebab bagaimana pun juga karyawan WNA tersebut ada kemungkinan akan berinteraksi dengan lingkungan di Indonesia.
"Corona kan tidak mengenal warga negara, siapa saja manusia bisa terkena. Kalau mereka enggak di vaksin, terus terkena dampaknya akan bisa ke kita juga. Jadi sebaiknya diberikan juga kesempatan untuk divaksinasi," kata Arya.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Vaksinasi Mandiri Dikelola Swasta Setelah Lebaran
Berita Terkait
-
Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 27 WNA Diamankan
-
Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
Drone Misterius, Serdadu Diserang: Apa yang Terjadi di Area Tambang Emas Ketapang?
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
Terkini
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda