Suara.com - Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca menjadi sorotan karena dikaitkan dengan kasus pembekuan darah dan belakangan dikaitkan dengan kejadian stroke iskemik.
Stoke iskemik ialah stroke yang terjadi saat gumpalan darah menyumbat arteri atau pembuluh darah dari jantung ke otak, yang menyebabkan suplai darah yang membawa oksigen ke otak tidak mencukupi. Jenis stroke ini jadi yang paling umum dan kejadiannya paling tinggi di masyarakat.
Informasi ini diakui Merry (38) sempat membuatnya khawatir dan takut, namun ia banyak membaca dan dapat informasi jika manfaat vaksin lebih besar dibanding risikonya.
Ia menyakini vaksin AstraZeneca yang disuntikan ke tubuhnya lewat program vaksinasi Pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) mampu melindunginya dari infeksi Covid-19 dan keparahan gejala yang dialami jika terinfeksi.
Merry adalah salah satu pekerja di UKM Fentech, yang melayani segala aksesoris keperluan komputer di Cengkareng, sehingga ia berkesempatan divaksinasi.
"Awalnya sempat khawatir, cuma dipikir-pikir AstraZeneca ini kan bukan di suntikkan ke 100 hingga 200 orang, yang sudah disuntikkan mungkin hampir 1 miliar orang," jelas Merry disambangi suara.com usai mendapatkan vaksinasi dosis pertama di Ciputra Mal, Jakarta Barat, Selasa (26/5/2021)
Perempuan asal Cengkareng, Jakarta Barat ini menduga kejadian kasus pembekuan darah atau kondisi lainnya setelah disuntik vaksin AstraZeneca, disebabkan oleh kondisi si penerima vaksin.
"Bisa jadi pribadinya ada penyakit bawaan atau segala macam. Karena kan vaksin ini seumpama 'menambah racun' agar badan kita bisa ngenali virusnya, sampai akhirnya badan kita merespon dengan membuat dan mengaktifkan perlindungannya di tubuh kita," jelas Merry panjang lebar.
Sebagai orang yang mencari ke sana ke mari agar bisa divaksinasi, ia sangat berharap banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan vaksinasi yang diberikan, tanpa harus mencari-cari seperti dirinya.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Tegaskan Kematian Usai Vaksinasi Tak Berhubungan dengan Vaksin
"Kalau sudah dikasih program vaksin ini ambilah, sayang banget kalau nggak diambil. Maksudnya vaksin ini sangat membantu kita untuk menghadapi Covid-19, kalau amit-amit kena nggak parah banget, bisa sembuh," pungkas Merry.
Berita Terkait
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia