Suara.com - Selain kesetaraan gender, isu mengenai kekerasan terhadap perempuan masih jadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Bukannya membaik, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyayangkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan justru meningkat hingga 8 kali lipat selama 12 tahun terakhir.
"Kita melihat catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2020, ini sangat menyayangkan sekali. Kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia meningkat hingga 8 kali lipat selama 12 tahun terakhir," ucap Bintang dalam Rapat Koordinasi secara daring, Selasa (8/6/2021).
Dari survei pengalaman hidup perempuan secara nasional pada 2016 juga ditemukan, satu dari tiga perempuan berusia 15 sampai 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan maupun bukan pasangan selama hidupnya.
Sementara itu berdasarkan survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2018 ditemukan bahwa dua dari tiga anak laki-laki dan perempuan berusia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami salah satu kekerasan dalam hidupnya, baik itu kekerasan fisik, seksual, maupun emosional.
Bintang mengingatkan bahwa perempuan dan anak memang sangat rentan mengalami kekerasan berbasis gender dalam ranah online maupun offline.
"Berdasarkan survei dari Plan International Indonesia tahun 2020, dari 500 responden perempuan Indonesia berusia 16 sampai 25 tahun, 32 persen mengaku pernah mengalami kekerasan berbasis gender online di media sosial. Dan 56 persen pernah atau melihat anak perempuan dan perempuan muda lainnya mengalami kekerasan berbasis gender online," papar Bintang.
Pekerjaan rumah lainnya yakni terkait perkawinan anak yang masih jaih dari target. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 tercatat masih ada 10,35 persen perempuan yang kini telah berusia 20 sampai 24 tahun ternyata sudah menikah sebelum usia 18 tahun atau masih usia anak.
Target Rencana Pembangunan Jaminan Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 perkawinan anak diharapkan turun hingga 8,74 persen pada akhir 2024.
Baca Juga: Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kota Bogor Meningkat Selama Pandemi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian