Suara.com - Buah dan sayur terbukti mengandung vitamin C yang bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi lantaran sifatnya yang larut air, kadar vitamin C bisa berkurang jika salah mengolah sayur maupun buah.
Ahli Gizi Rumah Sakit Universitas Indonesia Fitria Aprilianti menjelaskan vitamin C dalam sayur bisa mudah menyusut jika dimasak terlalu lama.
"Kalau kita masak dalam waktu yang lama, direbus misalnya, terus dalam suhu terlalu tinggi, akan mengurangi kadar vitamin," katanya dalam siaran langsung Instagram bersama RSUI, Selasa (8/6/2021).
Dalam penelitian, lanjut Fitria, bayam yang mengandung 62 miligram kandungan vitamin C, jika direbus akan berkurang menjadi hanya 19 miligram saja.
"Tapi kalau dikukus kandungan vitamin C dalam bayam masih lebih banyak sekitar 40 miligram," paparnya.
Semakin tinggi atau lama proses pengolahan, juga semakin panas suhu masak akan mengurangi kandungan bahan makanan tersebut, imbuh Fitria.
Daripada direbus apalagi digoreng, ia lebih menyarankan sayuran hijau untuk dikukus agar vitamin C tidak larut dalam air.
Jika memang terpaksa harus direbus atau digoreng, ia mengingatkan agar jangan memasaknya terlalu lama.
"Bila memang harus direbus, air yang sudah dimasak, sayuran langsung di masukkan saja. Jangan lama-lama, selain bisa over cook, warna makanannya juga jadi tidak menarik," ucapnya.
Baca Juga: Mau Jadi Vegetarian Tapi Tak Bisa Lepas dari Daging? Coba Pola Diet Flexitarian
Kadar vitamin C pada buah yang dibuat jus juga akan berkurang. Prinsipnya, semakin lama proses pengolahan akan semakin berkurang kandungan vitamin C dalam sumber makanan.
Fitria juga menyaranlan agar jus buah sebaiknya langsung diminum saat itu juga. Sebab membuarkan jus buah terus terekspos udah juga berpotensi mengurangi kadar vitamin C lagi.
"Karena vitamin C itu sifatnya oksidatif, akan memuai dengan udara sehingga akan berkurang jumlah vitamin C-nya. Jadi lebih baik setelah dijus, sudah berkurang sumber vitamin C, langsung diminum jangan nunggu lama-lama," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?