Health / konsultasi
Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Ilustrasi monyet, penyebab cacar monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Kamis (10/6/2021), baru saja mengonfirmasi penemuan 2 kasus wabah virus langka, yakni virus cacar monyet yang mematikan.

Mengutip Dailymail, sayangnya Hancock tidak menjelaskan secara rinci dua kasus virus cacar monyet yang ditemukan, dan apakah terinfeksi bersamaan dengan Covid-19.

Tapi kabar ini langsung dikonfirmasi Public Health Wales yang mengungkap virus cacar monyet ini merupakan kasus impor. Kedua kasus berasal dari pasangan di satu rumah yang sama, dan satu orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit.

Sayangnya, pejabat tersebut tidak mengungkap negara asal virus tersebut. Tapi yang perlu diingat, virus cacar monyet atau yang dikenal dengan monkeypox ini banyak ditemukan di Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Baca Juga: Istri Lahiran di Singapura, Ruben Onsu Sempat Panik dengan Cacar Monyet

Dua pasien monkeypox ini sudah terinfeksi sejak awal Mei lalu, dan telah menjalani karantina untuk mencegah penularan.

Sekedar informasi, monkeypox adalah penyakit tropis langka yang menyebabkan gejala seperti flu hingga kulit melepuh.

Virus disebabkan oleh monyet, tikus, tupai, dan mamalia berbulu kecil lainnya. Virus bisa menyebar antar manusia jika melakukan kontak kulit ke kulit, batuk dan bersin, serta seluruh pakaian atau tempat tidur yang terkontaminasi virus.

Tapi yang perlu diingat, penularan manusia ke manusia jarang terjadi dan virusnya tidak mudah menyebar selaiknya virus corona.

Selain itu, menurut WHO, hanya 10 persen orang yang terkena cacar monyet akan meninggal dan sebagian besar kematian akibat virus tersebut dialami pada kelompok usia yang lebih muda.

Baca Juga: Cegah Cacar Monyet, Bandara Juanda Pasang Alat Deteksi Panas Tubuh

Komentar