Pada 1990-an, peneliti di Universitas Wisconsin dan perusahaan bioteknologi Vical Incorporated menemukan cara membuat mRNA yang dapat membuat sel tikus membuat protein.
Lima dari vaksin yang saat ini dalam uji klinis adalah vaksin mRNA, termasuk Pfizer dan Moderna. Meski dibuat dari resep yang berbeda, mereka menggunakan konsep dasar yang sama.
Kedua vaksin tersebut terdiri dari mRNA sintetis yang membawa kode protein lonjakan dari virus, dalam hal ini virus corona jenis baru.
MRNA terbungkus di dalam nanopartikel lemak agar dapat menyusup ke sel-sel manusia dan menyampaikan instruksi pembangunan protein lonjakan tanpa 'membangunkan' sistem kekebalan.
Setelah sel memegang mRNA, sel membuat protein lonjakan, yang pada gilirannya memicu sistem kekebalan untuk menghasilkan gudang sel untuk melawan protein lonjakan dan dengan demikian melindungi tubuh dari SARS-CoV-2.
"Vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Pfizer kemungkinan besar sangat sukses karena mereka 'meniru infeksi virus', dengan mengaktifkan dua respons kekebalan utama di dalam tubuh," tutur Otto Yang, profesor kedokteran di divisi penyakit menular dan mikrobiologi, imunologi, dan genetika molekuler di Universitas California, Los Angeles.
Berita Terkait
-
Vaksin mRNA Dituding Picu Kanker, Peneliti BRIN: Informasi Tak Berdasar!
-
Vaksin mRNA Sebabkan Kanker? Peneliti BRIN Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya!
-
Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan
-
Produsen Vaksin Covid-19 Pfizer Digugat Karena Dituding Sembunyikan Risiko dan Klaim Palsu Soal Efektivitas
-
Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, Ini Cara Jitu Moderna Hilangkan Keraguan Terhadap Manfaat Vaksin mRNA
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital