Suara.com - Mendapatkan tubuh sehat dan segar memang dambaan banyak orang. Namun sayangnya, banyak tips-tips kesehatan yang malah berdampak buruk atau tidak bermanfaat pada kesehatan Anda.
Melansir dari Eat This, berikut adalah beberapa kebiasaan yang dianggap sehat padahal tak baik untuk kesehatan, antara lain:
1. Konsumsi Multivitamin
Selama beberapa dekade, mengonsumsi multivitamin setiap hari dipasarkan sebagai jalan pintas menuju kesehatan yang baik.
Namun pada tahun 2019, para peneliti dari Johns Hopkins menemukan bahwa mengonsumsi multivitamin tidak menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, demensia atau kematian dini karena sebab apa pun.
2. Detoks
Detoksifikasi dengan pola makan, misal jus, sup, dan suplemen tertentu sempat populer. Namun menurut banyak ahli, detoks ini tak terlalu berpengaruh. Tubuh memiliki sistem detoks bawaan sendiri di mana hati dan ginjal akan membersihkan tubuh Anda secara efisien.
3. Pola Makan Rendah Lemak
Tubuh kita membutuhkan lemak untuk merasa kenyang, jika tidak, otak kita terus memberi sinyal untuk mengonsumsi lebih banyak kalori yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Baca Juga: BPKN dan BPOM Temui Nestle Bahas Isu Produk tak Sehat
Selain protein tanpa lemak dan banyak buah-buahan dan sayuran, semua makanan Anda harus mencakup sumber lemak sehat, seperti lemak tak jenuh yang ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun.
4. Hanya Melakukan Kardio untuk Menurunkan Berat Badan
Aktivitas fisik adalah kunci untuk mempertahankan dan menurunkan berat badan yang sehat. Para ahli merekomendasikan 150 menit olahraga sedang dalam seminggu atau 75 menit olahraga berat, seperti berlari untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Namun dalam persoalan olahraga, kardio saja tak cukup karena bisa memicu hormon stres yang menahan lemak. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan olahraga lain di sela-sela kardio Anda.
5. Menghitung Kalori
Alih-alih menjadi pemilih dan terlalu menghitung kalori, para ahli menyarankan agar Anda menerapkan pola makan yang didasarkan makanan utuh (seperti protein tanpa lemak, sayuran non-tepung dan lemak sehat) dan menghindari makanan olahan dan tambahan gula.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya