Suara.com - Beberapa orang mungkin lebih suka melakukan olahraga berat. Tapi, para ilmuwan Inggris telah menemukan olahraga berat yang terlalu sering bisa meningkatkan risiko penyakit neuron motorik.
Risiko penyakit neuron motorik atau motor neurone disease (MND) ini dipopulerkan oleh ahli kosmologi, Stephen Hawking. Kondisi ini juga cenderung memengaruhi penggiat olahraga secara tidak proposional.
Para peneliti telah menganalisis persoalan ini pada sekitar setengah juta orang Inggris dalam kelompok studi BioBank, yang mencakup data genetik, catatan kesehatan dan survei terperinci tentang gaya hidup mereka.
Mereka menemukan aktivitas fisik intensitas tinggi kemungkinan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit pada orang yang sudah memiliki kecenderungan MND secara genetik.
Kondisi ini biasa disebut sebagai penyakit Lou Gehrig di Amerika Utara untuk mengenang seorang pemain bisbol profesional New York, Yankees yang mengidap kondisi tersebut di usia 30-an.
Sejumlah olahragawan terkemuka Inggris telah berbagi pengalaman mereka dengan MND dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Rob Burrow dari liga rugby, Doddie Weir dari rugby union dan pesepakbola Stephen Darby.
Penulis Dr Jonathan Cooper-Knock, dari Universitas Sheffied, mengatakan penyakit kompleks seperti MND disebabkan oleh interaksi antara genetika dan lingkungan.
"Kami sangat perlu memahami interaksi ini untuk menemukan terapi medis dan metode pencegahan yang tepat untuk mengatasi penyakit ini," kata Dr Jonathan Cooper-Knock dikutip dari Mirror UK.
Dr Jonathan mengaku sudah menduga bahwa olahraga termasuk faktor risiko MND selama beberapa waktu belakangan. Tapi, sampai sekarang hubungan keduanya masih dianggap kontroversi.
Baca Juga: Beda dengan Orang Dewasa, Ini 5 Gejala Virus Corona pada Anak-Anak
Studi ini pun menegaskan bahwa olahraga berat sering menyebabkan peningkatan risiko MND pada beberapa orang. Jadi, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi individu mana yang secara spesifik berisiko menderita MND jika mereka sering berolahraga dan intensif, serta seberapa banyak olahraga meningkatkan risiko tersebut.
Tim peneliti menekankan sebagian besar orang yang melakukan olahraga berat tidak mengembangkan MND dan hal itu biasanya memiliki manfaat kesehatan yang besar.
Sementara, penelitian sebelum menunjukkan bahwa pesepakbola professional memiliki risiko 6 kali lipat lebih tinggi mengembangkan MND Akibat olahraga berat.
MND atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) juga dikenal sebagai gangguan yang mempengaruhi saraf-saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang.
Penyakit ini membentuk hubungan antara sistem saraf dan otot untuk memungkinkan pergerakan tubuh. Pesan dari saraf ini secara bertahap berhenti mencapai otot, sehingga menyebabkan otot melemah dan kaku.
Kini, para peneliti telah menghubungkan MND ke gen spesifik yang disebut C9ORF72, yang diketahui menyumbang sekitar 10 persen kasus MND.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak