Suara.com - Saat ini, penelitian tentang penyebab spesifik sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C) sedang berlangsung. Tapi, sebuah laporan baru menunjukkan bahwa kondisi serupa mungkin juga terjadi pada orang dewasa yang terpapar virus corona Covid-19.
Dalam laporan kasus yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal melibatkan seorang pria Kanada berusia 60 tahun, dokter menyarankan bahwa usia tidak boleh membatasi diagnosis potensial.
Pria itu mencari perawatan medis di rumah sakit, karena sesak napas berkepanjangan, demam tinggi, bengkak, dan kelelahan parah.
Pria itu juga memiliki riwayat medis termasuk positif virus corona Covid-19 selama 4 minggu sebelum mengalami gejala baru dan pengujian selanjutnya mendeteksi pembesaran jantung dan pembengkakan paru-paru.
Di samping itu, pria ini juga belum menerima suntikan vaksin Covid-19 dua kali dan tidak memiliki penyakit penyerta sebelumnya.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), MIS-C menyebabkan bagian tubuh yang berbeda menjadi meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata atau organ pencernaan.
Badan tersebut juga telah mencatat beberapa laporan tentang sindrom inflamasi multisistem serupa pada orang dewasa (MIS-A).
Penulis laporan kasus ini juga sempat berpendapat bahwa kondisi pria ini bisa disebut sebagai MIS-A. Apalagi gejala yang dialami pria ini sesuai gejala MIS-A yang dikatakan oleh CDC.
"Mengingat riwayat infeksi SARS-CoV-2 pada pasien, demam tanpa gejala lokal, perubahan mukosa mulut, limfadenopati serviks, konjungtivitis dan perubahan ekstremitas bawah, maka kami menduga itu sindrom inflamasi pasca-Covid-19," kata Drs. Genevieve Kerkerian dan Stephen Vaughan, spesialis penyakit menular di departemen kedokteran di Cumming School of Medicine, University of Calgary dikutip dari Fox News.
Baca Juga: Social Distancing Pada Masa Pandemi Covid-19, Efektifkah?
Apalagi, gejalanya mirip dengan anak-anak dan remaja yang terinfeksi virus corona Covid-19 dan mengalami komplikasi sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C).
Saat ini, pengobatan medis standar untuk MIS-A belum ditetapkan. Tetapi, pria itu diobati dengan asam asetilsalisilat, metilprednisolon, serta imunoglobulin intravena.
Gejalanya pun terlihat mulai membaik secara substansial dan ia juga diizinkan pulang setelah 5 hari menjalani perawatan di rumah sakit. Pada tingkat lanjut selama 2 minggu, para dokter melihat adanya peningkatan kesehatan pasien dan begitu pula setelah 6 minggu.
Pada Oktober 2020, CDC menerbitkan ulasan dari 27 kasus sindrom inflamasi multisistem pada orang dewasa. CDC mengatakan semua kasus sindrom inflamasi multisistem itu menyerang pasien dewasa yang usianya lebih muda dari 50 tahun.
"Kami terus mempelajari mengenai hal ini dan batasan usia tidak bisa diasumsikan ketika mempertimbangkan diagnosis," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD