Suara.com - Masih terus meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap penanganan Tuberkulosis (TBC). Pandemi Covid-19 membuat penanganan terhambat.
Pada tahun 2019, WHO menerangkan Indonesia, negara dengan peringkat kedua di dunia, menyumbang 845.000 pasien terinfeksi TBC setiap tahunnya. Kondisi ini diperkirakan memburuk akibat merosotnya angka diagnosis dan cakupan pengobatan TBC di masa pandemi.
Kabar baiknya, kader-kader kesehatan di berbagai pelosok Nusantara tetap gigih menjalankan komitmennya melawan TBC di masyarakat. Hal itu yang terus didorong Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI kala memperingati Hari TBC Sedunia (HTBS).
Pada kegiatan tersebut, Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI memberikan penghargaan kepada 10 Kader Komunitas Inspiratif terpilih yang telah mengikuti beberapa tahapan seleksi, mereka yang tetap menemukan orang dengan gejala TBC serta pendampingan pasien sampai sembuh di masa pandemi Covid-19.
“Luar biasa inspiratif kegigihan kader-kader ini untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kader sebagai garda terdepan perlu mendapatkan komitmen dan dukungan kita untuk berkontribusi dalam upaya eliminasi TBC”,ujar
Heny Akhmad, Direktur Program Nasional Konsorsium.
Sementara itu, Progran Manager TB Nasional, Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, menyampaikan, peran Kader sangat penting dalam investigasi kontak dan pendampingan pasien TBC sampai sembuh.
"Sebagai pejuang di masyarakat, peran komunitas ini juga sudah termasuk dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang TBC," kata dia.
Seperti diketahui, bahwa semua masyarakat di Indonesia masih terus menghadapi krisis COVID-19. Ketika sistem kesehatan formal mengalami beban yang sangat berat akibat pandemi, Pemerintah perlu mendukung dan merawat keterlibatan kader dan komunitas.
Henry menambahkan, bahwa aktor-aktor akar rumput dapat memastikan orang-orang yang terdampak TBC tetap menerima layanan kesehatan yang berkualitas melalui perawatan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Puskesmas Diminta Temukan Kasus TB Bersamaan dengan Skrining Covid-19
"Bersama masyarakat, Pemerintah dapat lebih efektif mentransformasi upaya mengakhiri TBC dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga