Suara.com - Dua obat untuk mengatasi interleukin-6, tocilizumab dan sarilumab, disebut WHO bisa diberikan kepada pasien Covid-19 dengan kondisi berat dan kritis untuk menurunkan risiko kematian.
Apa pendapat pakar terkait hal ini? Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt menjelaskan, pelepasan sitokin pada tubuh pasien Covid bisa terlalu banyak hingga menyebabkan kondisi yang disebut badai sitokin.
Interleukin sebenarnya adalah sitokin yang sering muncul saat terjadi imflamasi, kondisi yang kerap dialami oleh pasien Covid dengan gejala berat hingga kritis.
"Pelepasan sitokin yang banyak justru bisa merusak dari host itu sendiri. Maka itu bisa coba ditekan dengan mengikat interleukin-6," jelas prof Zullies dihubungi suara.com, Rabu (7/7/2021).
Salah satunya obat tocilizumab disebut sebagai anti interleukin. Prof Zullies menjelasnya bahwa sifat tocilizumab memang mengikat interleukin agar tidak mengikat reseptor.
Hal serupa juga berfungsi pada sarilumab yang termasuk obat monoklonal antibodi terhadap interleukin 6.
Peran obat tersebut diharapkan bisa mencegah badai sitokin pada pasien Covid-19. Sehingga penggunannya memang hanya dikhususkan untuk pasien dengan kondisi berat hingga kritis.
Dikatakan juga oleh WHO bahwa penggunaan obat anti interleukin-6 akan lebih efektif jika bersamaan dengan kortikosteroid.
Menurut Prof Zullies, kortikosteroid merupakan obat yang sudah umum digunakan dan memiliki efek anti imflamasi.
Baca Juga: Bikin Miris, Orderan Peti Mati di Solo Melonjak hingga Pengrajin Kewalahan
Salah satu obat jenis kortikosteroid yakni deksametason juga telah dikenal mampu menekan berbagai kondisi sitokin.
"Istilahnya saling mendukung. Deksametason atau kortikosteroid bekerja secara umum menekan berbagai macam sitokin. Kalau tocilizumab atau sarilumab itu lebih pada interleukin-6. Di mana interleukin-6 cukup banyak muncul saat badai sitokin," jelasnya.
Bukan termasuk obat baru, khususnya tocilizumab, menurut prof Zullies obat tersebut sudah cukup umum digunakan untuk mengatasi penyakit rhematoid arthritis.
"Itu adalah salah satu penyakit autoimun yang menyerang persendiaan. Di mana salah satunya disebabkan interleukin-6," ucapnya.
Berita Terkait
-
Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS
-
INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran
-
Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi
-
Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
-
Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun