Suara.com - Selama ini, jalan kaki dikenal sebagai salah satu aktivitas fisik yang ampuh membantu membakar kalori. Jalan kaki juga dapat menjaga kesehatan tubuh, misalnya menjaga jantung tetap sehat, menurunkan risiko diabetes, serta mencegah obesitas. Tapi selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat lain yang mungkin Anda tak duga.
Jalan kaki, baik yang dilakukan dengan niat olahraga sambil mengenakan sepatu kets, jalan kaki di atas treadmill, atau jalan kaki santai sambil ngobrol bersama teman, memberi manfaat yang sama. Apa saja?
Inilah 9 manfaat yang akan Anda dapat begitu Anda mulai membiasakan diri jalan kaki setengah jam sehari, seperti dilansir dari Prevention.
1. Meningkatkan mood
Segelas wine atau satu batang cokelat mungkin bisa meningkatkan mood Anda yang sedang buruk. Tetapi, jalan kaki menawarkan manfaat yang sama tanpa membuat Anda mendapatkan tambahan kalori.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa hanya 10 menit jalan kaki dapat mengangkat semangat Anda. Efeknya mungkin lebih kuat jika Anda berjalan-jalan di tengah pepohonan atau tanaman hijau.
“Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki secara teratur benar-benar mengubah sistem saraf Anda sehingga Anda akan mengalami penurunan emosi,” kata Melina B. Jampolis, M.D., penulis buku The Doctor on Demand Diet.
2. Memperpanjang umur
Satu penelitian menemukan bahwa orang yang melakukan 10 hingga 59 menit olahraga sedang (seperti jalan cepat) setiap minggu memiliki risiko kematian 18% lebih rendah selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif. Sementara itu, orang yang menyelesaikan latihan mingguan 150 menit yang direkomendasikan dalam setidaknya 10 menit memiliki risiko kematian 31% lebih rendah. Penelitian lain menunjukkan semakin cepat Anda berjalan, semakin rendah juga risiko kematian.
3. Meningkatkan kekuatan otak
Dalam sebuah penelitian, pemindaian otak orang yang berjalan cepat selama satu jam tiga kali seminggu menunjukkan area pengambilan keputusan di otak mereka bekerja lebih efisien daripada orang yang menghadiri seminar pendidikan.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ketika anak-anak menghabiskan 20 menit berjalan di atas treadmill, kinerja mereka pada tes akademik meningkat. Para ahli berpikir manfaat ini bisa jadi disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke otak saat olahraga.
4. Dapat membantu meringankan nyeri sendi
Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, bahwa jalan kaki akan membuat nyeri sendi semakin parah, faktanya berjalan akan meningkatkan aliran darah ke area yang tegang dan membantu memperkuat otot-otot di sekitar persendian Anda.
Baca Juga: Jalan Kaki dan Kehujanan Demi Ikut Tes Kerja, Dengar Kata-kata HRD Mental Auto Drop
Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki setidaknya 10 menit sehari — atau sekitar satu jam setiap minggu — dapat mencegah kecacatan dan nyeri radang sendi pada orang dewasa yang lebih tua. Sebuah studi tahun 2019 di American Journal of Preventive Medicine mengikuti 1.564 orang dewasa berusia di atas 49 tahun dengan nyeri sendi tubuh bagian bawah. Peserta yang berjalan selama satu jam setiap minggu lebih mungkin untuk tetap bebas dari kesakitan empat tahun kemudian.
5. Menunda timbulnya varises
Seiring bertambahnya usia, risiko varises meningkat. Namun, berjalan kaki dapat mencegah varises berkembang, demikian dikatakan Luis Navarro, M.D., pendiri dan direktur The Vein Treatment Center di New York City.
"Sistem vena mencakup bagian peredaran darah yang dikenal sebagai 'jantung kedua', yang dibentuk oleh otot, vena, dan katup yang terletak di betis dan kaki kita," jelasnya.
“Sistem ini bekerja untuk mendorong darah kembali ke jantung dan paru-paru—dan berjalan memperkuat sistem peredaran darah sekunder dengan memperkuat dan menjaga otot kaki, yang meningkatkan aliran darah yang sehat,” katanya lagi.
Jika Anda sudah menderita varises, jalan kaki setiap hari dapat membantu meredakan pembengkakan, demikian ditambahkan dr. Navarro. Begitu juga jika Anda secara genetik cenderung memiliki varises dan/atau spider veins, berjalan kaki setiap hari dapat membantu menunda timbulnya varises.
6. Memperlancar pencernaan
Rutinitas jalan kaki di pagi hari dapat meningkatkan pergerakan usus Anda, kata Tara Alaichamy, D.P.T., seorang ahli terapi fisik di Cancer Treatment Centers of America.
“Salah satu hal pertama yang harus dilakukan pasien setelah operasi perut adalah berjalan kaki karena aktivitas ini menggunakan otot inti dan perut, mendorong gerakan dalam sistem pencernaan,” katanya.
7. Meningkatkan kreativitas
Apakah Anda tengah dihadapi kebuntuan dalam pekerjaan? Atau Anda sedang mencari solusi untuk masalah yang rumit? Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki dapat membantu. Menurut sebuah studi 2014 di Journal of Experimental Psychology, Learning, Memory, and Cognition, jalan-jalan bisa memicu kreativitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya