Suara.com - Update Covid-19 dunia hari ini, akhir pekan terakhir Agustus, Minggu (29/8/2021), menunjukan total kasus yang telah lebih dari 216,71 juta.
Angka itu berubah setelah ada laporan kasus baru sebanyak 541.767 kasus dalam 24 jam terakhir.
Dikutip dari situs Worldometers pula tercatat bahwa angka kematian telah mencapai 4,5 juta jiwa, bertambah 8.665 jiwa dalam sehari.
Kasus baru paling banyak dilaporkan Amerika Serikat dengan jumlah 72.785 kasus, diikuti India 45.058 kasus, dan Inggris 32.406 kasus.
Sementara kematian harian terbanyak pada pasien Covid-19 terjadi di Meksiko yang melaporkan 863 orang meninggal dalam satu hari.
Jepang Hentikaan Jutaan Penyuntikan Vaksin Moderna
Vaksinasinya masih menjadi salah satu upaya utama dalam mengendalikan penularan Covid-19 juga kematian yang disebabkannya.
Namun yang terjadi di Jepang, pemerintah setempat terpaksa menghentikan sementara vaksinasi Moderna setelah ditemukan adanya kasus meninggal pada dua orang penerima suntikan vaksin tersebut.
Kementerian Kesehatan Jepang belum bisa memastikan apakah kematian tersebut akibat vaksin Covid-19.
"Saat ini, hubungan sebab akibat dengan vaksinasi tidak diketahui," kata keterangan resmi Kemenkes Jepang, dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga: Target Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta Capai 105 Persen
Kedua orang yang meninggal diketahui laki-laki dan sebelumnya sempat mengalami demam setelah menerima vaksinasi.
Kementerian kesehatan Jepang mengatakan dua warganya yang meninggal usai vaksinasi Moderna itu tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasari atau riwayat alergi.
Akibat kejadian tersebut Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional, lebih dari seminggu setelah distributor domestik.
Pemerintah Jepang dan pihak Moderna mengatakan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran yang telah diidentifikasi pada vaksin tersebut.
Hingga saat ini, baru sekitar 44 persen populasi di Jepang yang telah divaksinasi penuh.
Negara Asia itu juga tengah mengalami lonjakan kasus yang didorong oleh virus Corona varian Delta yang lebih menular.
Berita Terkait
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
-
Kemenkes Bantah Adanya Detoksifikasi Vaksin Covid-19, Definisinya Beda Jauh
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?