Suara.com - Selama ini telur dianggap sebagai salah satu makanan sehat dan bergizi. Sebagian lagi beranggapan bahwa putih telur jadi bagian lebih sehat. Tapi ternyata ada konsekuensi jika hanya makan putih telur saja.
Sementara itu, lima tanda di kulit juga bisa menjadi tanda seorang terkena penyakit jantung. Oleh sebab itu, sebaiknya mulai waspada. Dua kabar tadi meruapakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.
1. Sering Dianggap Lebih Sehat, Ini Efek Samping Jika Hanya Makan Bagian Putih Telur
Banyak orang sangat membatasi makan telur, bahkan hanya mengonsumsi bagian putih telur saja. Contohnya seperti seseorang dengan kolesterol tinggi mungkin ragu untuk makan bagian kuning telur.
Sebab, bagian kuning pada telur sering dianggap jahat karena mengandung banyak lemak sehingga tinggi kolesterol.
2. Punya Lima Tanda Ini di Kulit? Waspadai Gejala Penyakit Jantung
Tekanan darah tinggi salah satu penyebab penyakit jantung. Sedangkan, penyakit jantung salah satu penyebab utama kematian yang gejalanya sulit terdeteksi.
Padahal, mendeteksi gejala penyakit jantung lebih awal bisa membantu meringankan gejalanya dan mengurangi risiko serangan jantung atau komplikasi serius lainnya.
Baca Juga: Hits: China Batasi Game Online Anak, Hingga Pejabat Pakai Vaksin Nusantara
3. Sadar Punya Tiga Komorbid, Jeremy Teti Akui Selalu Jaga Diri dengan Patuhi Prokes
Presenter Jeremy Teti mengaku selalu waspada menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19.
Kata Jeremy, ia menyadari dirinya memiliki tiga komorbid sekaligus yang membuatnya lebih rentan sakit berat jika terinfeksi virus corona tersebut.
4. Jangan Abaikan Mata Berair, Bisa Menjadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini
Mata berair bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Terkadang, hal itu bisa menandakan suatu kondisi yang buruk atau bahaya bagi kesehatan Anda.
Jika Anda berada di lingkungan yang berasap atau cuaca dingin dan angin, maka sangat normal kalau Anda memiliki mata berair. Kejatuhan bulu mata, serangga atau pasir juga bisa menyebabkan reaksi mata berair.
5. Bukan Pepaya, Dokter Sarankan Orang Sembelit Makan Buah Ini
Sembelit adalah kondisi ketika Anda kesulitan buang air besar setidaknya 3 kali dalam seminggu. Meningkatkan asupan serat harian biasanya membantu mengatasi sembelit.
Tapi, Ternyata makan buah kiwi juga bisa membantu mengatasi sembelit. Dr Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy menjelaskan manfaat makan buah kiwi untuk mengatasi sembelit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?