Suara.com - Gangguan kecemasan menjadi masalah kejiwaan yang kerap dikeluhkan banyak orang di masa pandemi Covid-19.
Nah, sebuah studi terbaru menemukan bahwa gaya hidup aktif secara fisik ternyata bisa menurunkan diagnosis gangguan kecemasan hungga 62 persen. Kemungkinan itu bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan.
Temuan itu diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry. Penelitian dilakukan terhadap 197.685 pemain ski yang berpartisipasi dalam lomba ski lintas jarak jauh, Vasaloppet, dibandingkan dengan non-pemain ski yang cocok.
Untuk melakukan penelitian, para peneliti mengambil data tentang diagnosis psikiatri dan lainnya dari Pendaftaran Pasien Nasional Swedia dan mengecualikan individu dengan penyakit parah untuk mengurangi bias ketidakmampuan mereka untuk berpartisipasi.
Peneliti juga menganalisis waktu penyelesaian lomba untuk menilai dampak kebugaran fisik dan tingkat ekstrem olahraga juga dosis latihan terhadap gangguan kecemasan.
"Kami menemukan bahwa memiliki gaya hidup aktif secara fisik (menjadi pemain ski) dikaitkan dengan risiko 60 persen lebih rendah terkena gangguan kecemasan dibandingkan dengan individu yang cocok dari populasi umum dalam sebuah studi observasional yang diikuti hampir 400.000 individu hingga 21 tahun," tertulis dalam jurnal penelitian tersebut, dikutip dari Fox News.
Gangguan kecemasan memang dianggap umum. Menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika, gangguan kecemasan diidap oleh 40 juta orang dewasa di AS (18,1 persen dari populasi) setiap tahun.
"Studi kami menawarkan pengetahuan baru tentang bagaimana gaya hidup aktif secara fisik dapat mempengaruhi perkembangan gangguan kecemasan pada pria dan wanita," tulis para peneliti.
Studi itu tidak dapat menentukan mekanisme yang menjelaskan efek menguntungkan dari olahraga, tetapi para peneliti menyarankan faktor-faktor seperti pikiran yang terganggu selama berolahraga dan mengurangi peradangan terkait kecemasan dan stres oksidatif.
Baca Juga: Mengenal Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebih dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Penelitian itu juga diakui memiliki keterbatasan. Seperti pemain ski lebih sehat daripada non-pemain ski karena lebih sedikit merokok dan menjalani diet yang lebih sehat.
Para peneliti juga tidak dapat menjelaskan gangguan kecemasan tidak terdiagnosis yang dapat mempengaruhi aktivitas fisik. Sehingga kemungkinan diperlukan penelitian lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Epson Lifestudio Jawab Tren Hiburan Fleksibel di Era Mobilitas Tinggi
-
Lupakan Quiet Luxury, Loud Budgeting Jadi Simbol Status Sosial Baru di Tahun 2026
-
Furnitur Lokal Naik Kelas, Siap Jadi Bagian dari Tren Desain Global
-
Dari Kecantikan hingga Gaya Hidup, Ruang Belanja Baru Ini Ajak Konsumen Lebih Bebas Bereksplorasi
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah