Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menjalani isolasi mandiri untuk jangka waktu tertentu, usai laporan adanya kasus positif COVID-19 pada anggota kabinet dan rombongannya saat melawat ke luarn negeri.
Keterangan ini disampaikan Putin melalui panggilan telepon dengan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.
Putin mengatakan kepada Rahmon bahwa lantaran harus menjalani karantina, maka ia akan berpartisipasi dalam KTT Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO), KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan pertemuan bersama CSTO-SCO akhir pekan ini di ibu kota Tajikistan, Dushanbe melalui tautan video.
Putin dinyatakan negatif dan dalam kondisi baik-baik saja setelah baru-baru ini sejumlah kasus COVID-19 dikonfirmasi di antara kenalannya, demikian informasi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Pekan lalu, Putin sempat menjadi topik hangat usai memberikan pendapat tentang asal usul virus Corona, yang menghasilkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China.
"Mereka yang memilih untuk mempolitisasi masalah ini membuat kesalahan besar dan bencana dalam perang melawan pandemi," kata Presiden Rusia Vladimir Putin selama sesi pleno Forum Ekonomi Timur (EEF) keenam.
"Ketika politisasi terjadi, ini langsung menurunkan kepercayaan pada kesimpulan," katanya.
Investigasi asal-usul Covid-19 harus didasarkan pada fakta objektif, dan politisasi hanya menjauhkan dunia dari kebenaran, katanya.
Penting bagi semua orang untuk membuang pendekatan politis dan bersatu dalam perang melawan pandemi dan konsekuensinya, tambahnya.
Baca Juga: Rapat Virtual Bareng DPR, Menkes Budi Curhat Dikarantina 8 Hari Sepulang Pertemuan G20
EEF keenam dimulai pada hari Kamis dan berakhir pada hari Sabtu di kota Vladivostok Rusia dalam format online dan offline. Tema utama acara tahun ini adalah "Peluang untuk Timur Jauh di Dunia yang Berubah".
Didirikan oleh Putin pada tahun 2015, EEF telah menjadi tempat penting untuk dialog di antara para politisi, eksekutif bisnis, dan pakar untuk pengembangan Timur Jauh dan kerja sama regional.
Lebih dari tiga bulan yang lalu, Presiden Biden memerintahkan badan-badan intelijen untuk melakukan tinjauan sistematis dan terperinci dari setiap informasi yang telah dikumpulkan. Hal itu agar dapat menjelaskan apa yang sebenarnya memicu pandemi global.
“Dunia layak mendapat jawaban, dan saya tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkannya,” kata Biden pada hari Jumat, mengomentari laporan tersebut. "Kita semua harus lebih memahami bagaimana COVID-19 muncul untuk mencegah pandemi lebih lanjut."
Biden mengatakan pemerintahannya akan terus mendorong untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal usul pandemi COVID-19 dan mengkritik China karena mencegah penyelidik internasional mengakses apa yang disebutnya "informasi penting" tentang virus corona sejak awal pandemi.
Berita Terkait
-
Sinyal Kuat dari Kremlin: Putin Jawab Langsung Undangan Prabowo, Siap Datang ke Indonesia
-
Putin Sampaikan Belasungkawa Terkait Bencana Banjir, Prabowo: Kami Bisa Menghadapi Ini dengan Baik
-
Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya di Balik Kunjungan ke Moskow Bertemu Putin
-
Usai dari Pakistan, Prabowo Lanjut Lawatan ke Moscow, Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin
-
Anak Buah Vladimir Putin Serang Sepak Bola Eropa: Sarang Korupsi dan Agen Nakal
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya