Suara.com - Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, bahkan dunia, DKI Jakarta seharusnya telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Sempat menjadi pelopor pelarangan merokok di area umum, Jakarta saat ini dinilai justru alami ketertinggalan. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, Jakarta masih tertinggal dalam pengesahan Perda KTR.
"Kalau kita lihat kebijakannya dari sistem regulasi sudah lebih dari 52 persen pemerintah Kabupaten/kota di Indonesia yang mempunyai regulasi tentang kawasan tanpa rokok," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam webinar bersama Smoke Free, Senin (4/10/2021).
Tulus mengatakan, Jakarta saat ini masih menggunakan Perda Kawasan Dilarang Merokok (KDM) yang rujukannya terkait dengan pencemaran udara. Menurutnya, seharusnya Pemprov Jakarta sudah berupa Perda KTR.
"Kami sudah mendorong untuk Pemprov DKI memiliki Perda khusus tentang kawasan anti rokok karena ini amanat dari Undang-Undang Kesehatan di mana harus ada Perda tentang kawasan tanpa rokok," katanya.
Sebagai kota besar, perbandingan Jakarta mengenai aturan rokok seharusnya bukan dengan tingkat kabupaten/kota lain di Indonesia. Tapi justru internasional dengan dibandingkan dengan kota besar lain di luar negeri.
"Standarnya harus standar dunia, kita harus membandingkan DKI dengan New York, London, Singapura, Hong Kong, dan sebagainya, di mana kota-kota itu sudah kawasan tanpa rokok," ucapnya.
"Kami mendorong agar DKI segera mengesahkan itu," pungkas Tulus.
Baca Juga: Masih Ada Minimarket Tidak Tutup Etalase Rokok Pakai Kain di Jaksel, Ini Kata Pegawai
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin