Suara.com - Para peneliti di Schroeder Arthritis Institute, bagian dari University Health Network (UHN) di Toronto, telah membuat penemuan yang dapat mengarah ke pengobatan baru penyakit axial spondyloarthritis (AxSpA).
Axial spondyloarthritis (AxSpA) merupakan penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan (artritis) pada sendi, tulang belakang, mata, usus dan kulit.
"Penderita AxSpA mengalami peradangan, nyeri, kekakuan, dan seiring waktu, ini dapat menyebabkan fusi tulang belakang dan hilangnya mobilitas," jelas ahli reumatologi Nigil Haroon.
Saat ini kita hanya memiliki sedikit pilihan terapi bagi sebagian besar pasien AxSpA. Penulis utama makalah yang terbit di jurnal Science Translational Medicine ini mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk menemukan pengobatan AxSpA yang efektif dan mencakup segala gejala klinisnya.
"Meskipun beberapa perawatan, termasuk obat biologis, pasien tidak menganggapi pengobatan apa pun dan malah mengembangkan sakit parah dan pembentukan tulang abnornal baru," ujar Akihiro Nakamura, lapor Medical Xpress.
Studi ini berfokus pada peran faktor penghambat migrasi makrofag (MIF), yang fungsinya sebagai protein penginduksi respons peradangan. Peneliti mengamati bahwa ekspresi MIF dan reseptornya CD74, meningkat dalam darah dan jaringan model pra-klinis.
Mereka juga menemukan bahwa neutrofil, sejenis sel darah putih yang memicu respons sistem kekebalan, mengeluarkan konsentrasi MIF dalam kadar tinggi. Akhirnya, hal ini akan mendorong sel-sel lain menyebabkan banyak peradangan di tubuh.
Artinya, jika tubuh terpapar pemicu produksi MIF, maka seseorang akan lebih rentan menderita AxSpA kelak.
"Jika kita dapat memblokir kelebihan produksi MIF lebih awal, kita mungkin dapat menginduksi untuk remisi penyakit dan mencegah kecacatan serta kematian terkait AxSpA," ungkap Haroon.
Baca Juga: Keutamaan Air Hujan Dalam Alquran, Bisa Untuk Pengobatan
Peneliti juga menduga bahwa MIF kemungkinan menjadi salah satu faktor pembentuk tulang baru.
Dalam model pra-klinis, peneliti menggunakan obat pemblokir spesifik MIF, disebut MIF098. Peneliti menemukan cara ini berhasil mencegah dan mambatasi timbulnya penyakit dan perkembangan AxSpA.
Sekarang, mereka akan berfokus pada pengujian potensi terapi lain yang menargetkan MIF juga, yang dapat mengarah ke penemuan obat baru bagi AxSpA.
Selain itu, mereka juga berharap dapat menguji kemanjuran penghambat MIF pada pasien asli melalui uji klinis, sehingga mereka dapat menentukan konsenstrasi optimal dan frekuensi pemberian obat sekaligus mempelajari potensi efek sampingnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan