Fokusnya kemudian adalah menemukan obat antivirus untuk pengobatan infeksi virus radang otak, ancaman utama bagi kesehatan masyarakat manusia dan hewan di Amerika. Dalam pengembangan, obat ini awalnya dikenal sebagai EIDD-1931. Pengujian luas mengonfirmasi bahwa obat ini mampu menghambat beberapa virus RNA untuk berlipat ganda, termasuk virus influenza, beberapa virus corona dan virus inveksi saluran pernapasan.
Namun, ketika EIDD-1931 diberikan secara oral kepada monyet, obat ini dengan cepat dimetabolisme dalam tubuh hewan itu sehingga turun aktivitas antivirusnya. Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan menciptakan obat tidak aktif (dikenal sebagai prodrug) yang kemudian diubah menjadi obat aktif di dalam tubuh. Prodrug EIDD-1931 adalah molnupiravir.
Awalnya, pengembang molnupiravir mengajukan permohonan izin kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk mengujinya pada manusia sebagai pengobatan untuk influenza musiman. Namun, setelah COVID muncul, dan molnupiravir terbukti memiliki efek terhadap SARS-CoV-2, permintaan diajukan untuk mengujinya pada COVID. Suatu hari nanti, mungkin saja obat ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yang berbeda.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Badan POM Izinkan Penggunaan Obat Covid-19 Berbentuk Tablet dari Pfizer
-
Ini Efek Samping Paxlovid, Obat Covid-19 yang Dapat Izin Darurat BPOM
-
Mengenal Paxlovid, Obat Covid-19 Dengan Efikasi 89 Persen yang Sudah Disetujui BPOM
-
Jangan Percaya, 5 Hoaks Seputar Obat Covid-19 yang Disebut Bisa Menyembuhkan Infeksi Virus Corona!
-
Penelitian Berjalan Mulus, Obat Buatan AstraZeneca Cegah Kematian karena Infeksi Covid-19
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya