Suara.com - Beredarnya kabar yang menyebut lansia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tidak boleh mendapat vaksin Covid-19 karena risiko efek samping mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa informasi itu sesat dan tidak benar.
"Informasi seperti lansia dengan banyak komorbid sebaiknya tidak mendapatkan vaksin karena akan mengalami efek samping itu masih ada. Ini membuat lansia ragu untuk divaksin," katanya, mengutip ANTARA.
Penegasan tentang informasi tidak benar ini juga datang dari dr. Dirga Sakti Rambe, seorang spesialis penyakit dalam dan juga pakar vaksin.
Ia mengatakan lansia meskipun mengidap penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi tetap boleh mendapat vaksinasi, asalkan sudah disetujui oleh dokter.
"Penyakit apapun termasuk penyakit kronis seperti gula, jantung, darah tinggi, dan kanker, itu semua boleh divaksin asal penyakitnya dalam keadaan terkontrol. Artinya pasien rutin berobat ke dokter, tidak ada keluhan berarti, dan dokter mengeluarkan surat rekomendasi," katanya.
Kabar-kabar sesat seperti ini yang membuat cakupan vaksinasi lansia di Indonesia masih rendah. Nadia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk lansia baru mencapai 43 persen dari target 21,5 juta lansia yang menjadi sasaran.
"Ini berbanding terbalik dengan semua sasaran. Kalau semua sasaran tinggal 40 persen dari target yang belum divaksin," kata Nadia.
Ia mengatakan baru 9,3 juta lansia yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Padahal, pasien dengan usia di atas 59 tahun berpotensi menderita Covid-19 dengan tingkat yang lebih parah sampai mengalami kematian.
Baca Juga: Hari Kesehatan Nasional, Nakes hingga Petugas Pemulasaraan Jenazah Dapat Penghargaan
"Jadi kita berharap bahwa vaksinasi pada lansia ini minimal dosis pertama sampai akhir Desember 2021," kata Nadia.
Sementara itu, baru Provinsi DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau yang sudah memberikan vaksin Covid-19 dosis pertama kepada 50 persen lansia di daerahnya.
Di daerah lain, vaksinasi lansia baru mencapai 30 persen dari target, bahkan masih ada yang di bawah itu.
"Di Aceh, Sumatera Barat, dan Papua, angka vaksinasi lansia sangat rendah, belum sampai 20 persen," ucapnya.
Menurut Nadia, tingkat vaksinasi lansia yang rendah tersebut disebabkan antara lain oleh disinformasi yang diterima lansia sehingga mereka enggan divaksin.
Padahal stok vaksinasi untuk lansia dipastikan aman oleh pemerintah karena kelompok ini merupakan prioritas penerima vaksin. Vaksin untuk lansia pun telah dilaksanakan sejak Maret 2021 saat warga negara dengan usia lebih muda belum mendapatkan akses vaksinasi.
"Sejak Maret 2021, beberapa inovasi sudah kita lakukan termasuk misalnya kalau kita mengantar dua orang lansia, kita bisa mendapat vaksinasi. Saat itu vaksinasi usia non lansia, non tenaga kesehatan, dan non pekerja publik kan belum mulai," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
-
Kemenkes Pasok Pakar Gizi ke BGN, Nanik: MBG Fokus Kualitas Bukan Kuantitas!
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Bukan Lagi Desain Keren, Tampilan Bungkus Rokok dan Vape Bakal Dibuat Seragam Begini
-
Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak