Suara.com - Indonesia menjadi negara dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi ketiga di Asia Tenggara.
Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Kepresidenan Brian Sriprahastuti, Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga di bawah Myanmar dan Laos.
“Dibanding negara lain, kita berada di urutan ketiga negara dengan AKI tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya setelah Myanmar dan Laos,” kata Brian dikutip dari ANTARA.
Brian menuturkan, tiga penyebab utama yang terus menaikkan jumlah kasus kematian pada ibu di Indonesia adalah adanya gangguan hipertensi selama masa kehamilan dan persalinan, ibu mengalami pendarahan saat melahirkan dan banyak kematian ibu terjadi dalam 24 jam setelah persalinan.
Penambahan kasus kematian pada ibu semakin diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan jumlah kematian ibu di tahun 2020 bertambah 418 kasus dibandingkan tahun 2019. Sehingga kematian ibu naik 50 persen di enam provinsi.
Keenam provinsi itu, kata dia, ialah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara dan Aceh.
“Secara jumlah, memang terlihat ada penambahan sekitar 418 kematian ibu dibandingkan 2019. Padahal dari tahun 2018 ke 2019, itu sudah terjadi penurunan yang cukup banyak,” kata dia.
Menurut Brian tingginya jumlah angka kematian pada ibu, bukanlah permasalahan yang mudah untuk diselesaikan, namun negara sudah mengetahui apa yang harus dilakukan bila ingin mencapai target SDG’s jumlah kematian ibu turun menjadi 70 dari 100.000 kelahiran pertama di tahun 2030.
Dalam hal itu, negara perlu belajar dari negara-negara lain seperti Kamboja, Laos, Vietnam dan Mesir yang bisa menekan angka kematian ibu sebanyak 60 hingga 70 persen melalui penggunaan program Keluarga Berencana (KB), akses layanan pemeriksaan kehamilan yang adil serta adanya perbaikan sistem kesehatan seperti perbaikan gizi pada remaja putri.
Baca Juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Meningkat, Menko PMK Ungkap Penyebabnya
Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan dalam mensosialisasikan program KB dan memberikan layanan kesehatan reproduksi, dia menjelaskan negara perlu memanfaatkan peran bidan sebagai aktor terdepan yang bisa membantu memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya pada setiap persoalan mengenai ibu dan perempuan.
“Jadi poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa peningkatan penggunaan KB sebetulnya ini sangat jelas dia akan berkontribusi besar pada upaya penurunan kematian ibu,” tegas dia.
Berita Terkait
-
Mulai 2026, Periksa Kehamilan Wajib 8 Kali: Cara Pemerintah Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
-
Menkes Sesalkan Kematian Ibu Hamil di Papua, Janji Perbaikan Layanan Kesehatan Agar Tak Terulang
-
Geger Kematian Ibu Hamil di Papua, Pimpinan DPR Sebut Negara Lalai: No Viral No Justice
-
Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida
-
Jakarta Feminist: Kematian Ibu dan Bayi di Papua Usai Ditolak 4 RS Merupakan Bentuk Femisida
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi