Suara.com - Para ahli kesehatan terus mengumpulkan bukti bahwa konsumsi alkohol menjadi penyebab langsung dari sejumlah jenis kanker.
Studi genetik dalam skala besar yang dipimpin oleh Oxford Population Health menyelidiki bagaimana varian gen yang terkait dengan konsumsi alkohol ditemukan lebih sedikit pada populasi Asia.
Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer itu dilakukan oleh para ilmiwan dari tim Oxford, Peking University dan Chinese Academy of Medical Sciences, Beijing.
Mereka lakukan penelitian dengan menggunakan sampel DNA dari lebih 150.000 orang dewasa, sebagian besar perempuan, dalam studi China Kadoorie Biobank.
Tim mengukur frekuensi varian genetik toleransi alkohol rendah, atau alel pada populasi di China dan Asia Timur lainnya yang sangat terkait dengan asupan alkohol yang lebih rendah. Varian genetik itu untuk enzim aldehid dehidrogenase 2 ( ALDH2) dan alkohol dehidrogenase 1B (ADH1B).
Menurut NIH National Human Genome Research Institute, enzim adalah katalis biologis yang mempercepat laju reaksi kimia tertentu dalam sel.
University of Utah mengatakan alel adalah versi mutasi dari gen yang sama dan mutasi tersebut mengganggu fungsi enzim yang terlibat dalam detoksifikasi alkohol. Sehingga bisa menyebabkan senyawa beracun asetaldehida menumpuk di dalam darah.
Alkohol terurai menjadi asetaldehida yang dapat merusak DNA dan mencegah tubuh memperbaiki kerusakan yang terjadi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Menurut CDC juga ketika DNA rusak, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali dan menciptakan tumor kanker.
Oxford Population Health menjelaskan dalam rilis beritanya bahwa mutasi pertama terjadi dengan hilangnya fungsi mutasi pada gen untuk ALDH2. Kemudian mutasi kedua mempercepat aktivitas ADH18. Kedua mutasi itu umum pada orang Asia Timur.
Baca Juga: Bima Arya Tidak Bakal Keluarkan Izin Alkohol di Atas Lima Persen Beredar di Kota Bogor
Karena alel dialokasikan saat lahir dan tidak tergantung pada faktor gaya hidup lainnya (seperti merokok), sehingga dapat digunakan sebagai proxy untuk asupan alkohol, untuk menilai bagaimana konsumsi alkohol mempengaruhi risiko penyakit.
Analisis utama difokuskan pada laki-laki, sepertiga koresponden punya kebiasaan minum alkohol secara teratur.
Di antara populasi penelitian China, frekuensi alel dengan toleransi rendah alkohol adalah 21 persen untuk ALDH2 dan 69 persen untuk ADH18 dan alel dengan toleransi rendah sangat terkait dengan pengurangan konsumsi alkohol pada laki-laki.
Selama masa tindak lanjut ditemukan bahwa 7,4 persen dari sekitar 60.000 responden laki-laki, dibandingkan dengan 90.000 responden perempuan disebut mengembangkan kanker.
Laki-laki yang membawa satu atau dua alel dengan toleransi rendah alkohol untuk ADH1B memiliki risiko antara 13-25 persen lebih rendah terkena kanker secara keseluruhan dan kanker terkait alkohol.
Selain itu, laki-laki yang membawa dua salinan alel toleransi rendah alkohol untuk ALDH2 minum sangat sedikit alkohol, memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena kanker apa pun dan risiko 31 persen lebih rendah terkena kanker yang sebelumnya dikaitkan dengan alkohol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi