Suara.com - Hari Kusta Sedunia yang diperingati pada Senin (31/1/2022) kemarin menjadi momen penting untuk mengampanyekan penghilangan stigma pada penderita kusta.
Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, ada 7.201 penderita penyakit kusta baru sepanjang 2021 di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae yang menginfeksi jaringan kulit.
"Selama tahun 2021 lebih dari 7 ribu (penyakit kusta) yang ditemukan dalam waktu satu tahun. Saat ini masih ada enam Provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta di Indonesia," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam peringatan Hari Kusta Sedunia.
Enam provinsi yang saat ini belum mencapai target eliminasi kusta di antaranya Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat.
Ia mengatakan prevalensi kusta di enam provinsi tersebut masih lebih dari 1 per 10.000 penduduk, artinya setiap 10.000 penduduk di daerah tersebut terdapat satu penderita kusta.
Dante mengatakan penularan kusta di Indonesia hingga saat ini masih berlangsung berdasarkan laporan proporsi cacat mencapai 84,6 persen dari total 7.201 kasus baru.
Menurut Dante kecacatan tubuh yang dialami pasien kusta menunjukkan adanya keterlambatan dalam penanganan penyakit kusta dengan persentase 15,4 persen.
Sementara itu proporsi kasus kusta baru pada anak sebesar 10,9 persen dari target kurang dari 5 persen yang tersebar di 27 provinsi dan proporsi kasus baru cacat 5,15 persen tersebar di 21 provinsi.
"Deteksi sedini mungkin adalah hal penting agar perlu segera diobati. Akibat kusta bisa timbul permasalahan ekonomi, stigmatisasi pada penderita kusta beserta keluarganya," katanya.
Baca Juga: Ganjar di Hari Kusta Sedunia: Yang Dijauhi Penyakitnya, Jangan Orangnya
Pada Januari 2021, kata Dante, sebanyak 101 kabupaten/kota di enam Provinsi di Indonesia belum mencapai eliminasi kusta. Kemenkes menargetkan eliminasi kusta di di daerah tersebut perlu dicapai paling lambat 2024.
Upaya pengentasan dapat dilakukan seperti halnya penanganan COVID-19 melalui mekanisme testing, tracing dan treatment yang optimal. "Upaya tersebut tanggung jawab kita bersama dari tingkat pusat dan daerah," katanya.
Sementara itu peringatan Hari Kusta Sedunia bertajuk "Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Terhadap Kusta" diselenggarakan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sitanala Tengerang, Banten dengan dihadiri sejumlah praktisi terkait penyakit kusta.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan upaya menghapus stigma dan diskriminasi orang dengan penyakit kusta dilakukan melalui sejumlah kegiatan, seperti edukasi masyarakat, menghadirkan pasien kusta untuk memberikan testimoni perawatan serta semangat hidup hingga pemasangan baliho di berbagai daerah terkait program eliminasi kusta.
"Komponen masyarakat baik dari unsur swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan dan media ikut berperan aktif memberikan informasi yang seluas-luasnya agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang kusta," katanya.
Nadia menambahkan kusta merupakan penyakit yang tidak terlalu cepat menular bila penanganan penyakit bisa dilakukan sedini mungkin.
Berita Terkait
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat