Suara.com - Pakar kesehatan selalu menyarankan untuk mengambil power nap, atau tidur siang singkat, untuk mengimbangi tidur malam yang buruk.
Tetapi pada orang lanjut usia atau lansia, tidur siang berlebihan bisa menjadi tanda awal demensia.
Untuk membuktikannya, Asisten Profesor Psikiatri Yue Leng dari Universitas California, San Francisco, mempelajari 1.401 lansia dengan usia rata-rata 81 tahun.
Para peserta mengenakan perangkat seperti jam tangan yang melacak mobilitas para peserta selama 14 tahun. Peneliti menafsirkan periode yang tidak aktif berkepanjangan sebagai tidur siang.
Di awal penelitian, sekitar 73% peserta tidak memiliki gangguan kognitif, 4% didagnosis Alzheimer dan 20% punya gangguan kognitif ringan, yang sering menjadi penyebab demensia.
Kebiasaan tidur siang meningkat di antara semua peserta, tetapi ada perbedaan antara peserta yang mengembangkan Alzheimer pada akhir penelitian dengan mereka yang tidak.
Peserta yang tidak mengalami gangguan kognitif memiliki durasi tidur siang rata-rata 11 menit ekstra per tahun. Durasi berlipat ganda (25 menit esktra per tahun) setelah diagnosis gangguan kognitif ringan, dan tiga kali lipat (68 menit ekstra per tahun) setelah didiagnosis Alzheimer.
"Kami menemukan lansia yang tidur siang setidaknya sekali atau lebih dari satu jam sehari memiliki risiko 40%lebih tinggi terkena Alzheimer," jelas Yue Leng, dilansir The Conversation.
Temuan tersebut tidak berubah setelah peneliti mengontrol faktor-faktor seperti aktivitas sehari-hari, penyakit, dan obat-obatan.
Baca Juga: Yuk Simak Manfaat Power Nap, Tidur Siang Singkat yang Tingkatkan Produktivitas dan Semangat!
Peneliti menemukan mereka yang menderita Alzheimer memiliki lebih sedikit neuron yang meningkatkan kesadaran di tiga wilayah otak.
Perubahan saraf tampaknya terkait dengan 'neurofibrillary tangles' (belitan-belitan neurofibriler), yang menghambat komunikasi antara sel-sel saraf dan menyebabkan sel mati.
Peningkatan durasi tidur siang bukan berarti menyebabkan penurunan kognitif, tetapi menjadi tanda untuk percepatan penuaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!