Suara.com - Masturbasi bisa menjadi alternatif dari hubungan seks penetrasi. Tapi, seorang berusia 20 tahun dilarikan ke perawatan intensif atau ICU setelah melakukan masturbasi yang terlalu agresif.
Hal itu terungkap dalam sebuah studi baru dalam jurnal Radiology Case Reports edisi Mei.
Dilansir dari NY Post, warga negara Swiss itu, baru-baru ini membawa dirinya ke Rumah Sakit Cantonal, di kota Winterthur, setelah mengalami rasa sakit yang "berderak" dan sesak napas di tengah sesi membelai sendirian.
Sinar-X berikutnya mengungkapkan lelaki itu menderita pneumomediastinum spontan - penyakit yang menyakitkan tetapi biasanya "jinak" di mana udara bocor dari paru-paru dan bersarang di tulang rusuk, Journal of Thoracic Disease melaporkan.
Science Direct menggambarkan keadaan darurat autoerotic sebagai "kondisi langka yang biasanya mempengaruhi lelaki muda di usia dua puluhan." Peneliti menambahkan bahwa perokok berada pada peningkatan risiko SPM, yang dapat disebabkan oleh batuk keras, muntah berlebihan atau latihan fisik yang berat.
Pria Swiss yang tampan itu menyangkal melakukan olahraga yang intens - tetapi mengakui melakukan beberapa olahraga solo yang kasar, penulis utama studi Dr. Nikola Rajic dan Dr. Christian Schandl melaporkan.
SPM lelaki itu didiagnosis dalam kondisi "parah," dengan sinar-X menunjukkan sejumlah besar udara yang terperangkap di atas paru-parunya.
Wajahnya juga bengkak dan “suara berderak” terdengar dari leher hingga siku. Dokter kemudian menemukan bahwa udara terperangkap sampai ke dasar tengkoraknya.
Pria itu kemudian dilarikan ke ICU, di mana dia diberikan oksigen untuk membantu pernapasannya.
Baca Juga: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Selengkapnya!
Dia juga diberi paracetemol analgesik untuk mengatasi nyeri dadanya, dan antibiotik untuk menangkis kemungkinan infeksi, menurut studi jurnal.
Setelah sehari di ICU, lelaki itu dipindahkan ke bangsal biasa, di mana dia tinggal selama tiga hari sebelum dipulangkan dalam keadaan sehat.
SPM sering sembuh tanpa intervensi bedah, yang merupakan kasus lelaki Swiss yang beruntung. Menurut Science Direct, pasien yang mencari kesenangan adalah yang pertama menderita SPM setelah masturbasi terlalu keras.
Namun, kecelakaan medis yang disebabkan oleh aktivitas autoerotik tidak jarang terjadi akhir-akhir ini.
Sejauh ini pada tahun 2022, seorang lelaki Brasil berusia 54 tahun dirawat di rumah sakit setelah mendorong halter logam seberat 4,4 pon ke anusnya untuk mengejar kesenangan, dan seorang "perawan" berusia 37 tahun yang memproklamirkan diri dari Indonesia mendapat tali sepanjang 6 kaki tersangkut di penisnya selama permainan seks yang gagal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal