Suara.com - Selama kehamilan, sebagian besar dokter akan menyarankan wanita untuk tidur miring ke kiri dengan lutut ditekuk. Karena, posisi tidur ini salah satu posisi paling nyaman dan ideal bagi ibu hamil.
Karena, hati terletak di sisi kanan perut. Jadi, tidur berbari ke sisi kiri menghilangkan tekanan dari organ besar yang membuatnya lebih mudah untuk berfungsi.
Selain itu, tidur miring ke kiri meningkatkan sirkulasi darah ke jantung dan memungkinkan aliran darah optimal ke janin, rahim, ginjal, dan vena cava inferior.
Namun, tak ada salahnya mengubah posisi tidur. Bila Anda tak sengaja tidur telentang atau miring ke kanan, itu pun tidak menjadi masalah selama Anda merasa nyaman.
Tapi, kemungkinan Anda tidur telentang selama trimester ketiga kehamilan sangat kecil karena itu tidak nyaman.
Beberapa ahli memperingatkan wanita hamil agar tidak tidur telentang selama trimester kedua dan ketiga.
Karena, posisi tidur terlentang menempatkan seluruh berat rahim dan bayi di punggung, usus, dan inferior vena cava (IVC).
Tekanan dapat menyebabkan sakit punggung dan masalah pencernaan, yang menyebabkan wasir. Posisi tidur ini juga bisa menyebabkan hipotensi (tekanan darah rendah), yang dapat membuat Anda pusing.
Selain itu, tidur tengkurap baik-baik saja kecuali jika Anda mengalami baby bump dan tidak merasa nyaman.
Baca Juga: Peneliti: Orang Gangguan Kejiwaan Berisiko Terinfeksi Virus Corona Meski Sudah Vaksin Covid-19
Karena, ibu hamil harus cukup tidur. Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa tips untuk membantu tidur lebih nyaman.
1. Gunakan banyak batal, Anda bisa menggunakannya sebagai penyangga kaki, punggung atau memeluknya.
2. Tetap pada rutinitas tidur yang teratur.
3. Hindari minuman berkafein seperti soda, kopi, dan teh.
4. Hindari minum terlalu banyak air atau makan berat sebelum tidur. Karena, ini bisa menyebabkan sering buang air kecil di malam hari.
5. Manjakan diri Anda dengan melakukan yoga untuk menghilangkan stres dan merilekskan tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga