Suara.com - Kasus, calon Bintara Polri 2021, Fahri Fadilah yang gagal pendidikan karena buta warna parsial menjadi viral. Ia mengunggah kisahnya di akun Instagram @jurnalisjunior dalam bentuk video.
Fahri mengaku sudah percaya diri akan berangkan pendidikan sebagai Bintara Polri 2021, karena sudah lulus dan menduduki ranking 35 dari 1.200 peserta di Pola Metro Jaya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan, Fahri gagal pendidikan karena dirinya mengalami buta warna parsial. Bahkan, ini bukan kali pertama Fahri tidak lolos akibat buta warna parsial.
Buta warna parsial adalah jenis buta warna yang paling umum terjadi. Buta warna parsial membuat penderita memiliki persepsi berbeda ketika melihat warna, sehingga kesulitan membedakan warna tertentu.
Dilansir dari Alodokter, buta warna parsial digolongkan menjadi dua jenis, yakni buta warna merah-hijau dan buta warna biru-kuning.
Buta warna merah-hijau disebabkan oleh berkurangnya fungsi sel kerucut merah atau kerucut hijau pada retina. Berikut ini, 6 macam buta warna jenis ini.
1. Deuteranopi
Deuteranopi adalah butawarna parsial yang tidak ada sel kerucut hijau, sehingga membuat penderitanya cenderung melihat warna merah menjadi kuning kecokelatan dan hijau menjadi krem.
2. Protanopia
Baca Juga: WHO Sebut Cacar Monyet Mungkin Tidak Berisiko Jadi Pandemi Baru
Protanopia adalah buta warna parsial yang tidak ada sel kerucut merah, sehingga membuat warna merah terlihat abu-abu atau menghitam. Sedangkan, warna jingga dan hijau akan terlihat kuning. Penderita buta warna ini akan kesulitan membedakan warna ungu dan biru.
3. Protanomali
Protanomali merupakan buta warna parsial terjadi akibat gangguan fungsi fotopigmen merah, sehingga warna jingga, merah dan kuning terlihat lebih gelap seperti hijau. Kondisi ini biasanya dialami sekitar 1 persen pria dan tidak begitu berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari.
4. Deuteranomali
Deuteranomali adalah buta warna yang membuat penderitanya melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan dan kesulitan membedakan warna ungu dan biru.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh fotopigmen hijau yang tidak normal. Setidaknya, 5 persen pria menderita buta warna ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan