Suara.com - Banyak orang di dunia masih terinfeksi Covid-19 bahkan meninggal dunia akibat virus corona baru tersebut. Update data global per Kamis (16/6/2022) tercatat, kasus positif baru ada sebanyak 569.676 kasus dan 1.336 orang meninggal dunia.
Total kasus Covid-19 secara global kini tercatat ada 542,36 juta, dengan kematian 6,33 juta jiwa, dikutip dari situs Worldometers.
Vaksinasi masih menjadi salah satu cara untuk mencegah Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan, vaksin Covid-19 didominasi negara-negara dengan penghasilan menengah ke atas.
Sementara itu, 68 negara penghasilan rendah cakupan vaksinasinya masih di bawah 40 persen.
Di sisi lain, jutaan dosis vaksin Covid-19 mulai kedaluwarsa. Sebanyak hampir 15 juta dosis vaksin sumbangan dari pemerintah Kanada untuk program COVAX terpaksa harus dibuang.
Sekitar 13,6 juta di antaranya merupakan vaksin AstraZeneca yang disumbangkan pada tahun lalu.
Belasan dosis vaksin Astrazeneca itu hanya disimpan di gudang produsen sampai habis masa berlakunya, menurut data baru yang diberikan kepada National Post oleh Badan Kesehatan Kanada.
Menurut sebuah dokumen yang diajukan di House of Commons lalu, pemerintah juga telah membuang sekitar 1,2 juta dosis vaksin Moderna yang kedaluwarsa pada pertengahan Maret lalu.
Serangkaian donasi vaksin sebelumnya diumumkan dengan bangga oleh pemerintah Trudeau dari Kanada pada Juli 2021, termasuk sumbangan 17,7 juta dosis AstraZeneca. Tetapi, ternyata COVAX juga sudah mendapatkan banyak donasi vaksin AstraZeneca.
Baca Juga: Survei: Makin Banyak Orang Hindari Berita Penting, Lebih Suka Akses lewat TikTok
COVAX merupakan program inisiatif bersama dari WHO, aliansi vaksin GAVI, dan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.
Tujuannya, agar negara-negara dapat bergotong royong dalam distribusi sumber daya vaksin Covid-19 ke seluruh dunia, termasuk negara-negara berkembang.
Ditanya tentang mengapa aliansi tidak mendistribusikan hampir 14 juta dosis AstraZeneca yang disumbangkan oleh Kanada,
Direktur komunikasi GAVI Olly Cann mengatakan, vaksin Astrazeneca dari Kanada tidak terdistribusi karena donasi tersebut baru tiba ke COVAX saat distribusi dalam jumlah besar sudah berjalan.
Tetapi, pernyataan berbeda disampaikan juru bicara kesehatan Kanada yang mengatakan kalau permintaan masih rendah akibat keragu-raguan untuk disuntik vaksin Covid-19.
“Karena keterbatasan permintaan vaksin dan tantangan negara penerima dengan distribusi dan penyerapan, mereka tidak diterima. Kanada terus bekerja dengan COVAX untuk membantu mengatasi hambatan vaksinasi," tulis juru bicara Health Canada Charlaine Sleiman dalam pernyataannya, dikutip dari Vancouver Sun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion