Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang berpotensi membahayakan, karena memberi tekanan pada jantung dan otak.
Tapi, seorang ahli mengatakan buah beri tertentu bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara signifikan.
Dokter Evie Kemp dari Haskapa, menjelaskan soal manfaat buah beri haskap pada tekanan darah tinggi. Sebuah studi menunjukkan bahwa diet tinggi antosianin (haskap berry memiliki empat kali jumlah ini dibandingkan dengan blueberry) yang berkaitan dengan penurunan tekanan darah tinggi.
"Anthocyanin diperkirakan bekerja pada sistem kardiovaskular melalui kombinasi mekanisme, termasuk peningkatan produksi bahan kimia yang disebut oksida nitrat yang bisa melebarkan pembuluh darah, membantu meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah,"' kata Dokter Evie dikutip dari Express.
Haskap berry adalah honeysuckle biru yang dapat dimakan dan ditemukan di negara-negara seperti Kanada, Jepang serta Rusia.
Buah ini bisa dikonsumsi secara utuh, tetapi juga bisa dikonsumsi dalam bentuk bubuk untuk diolah menjadi smoothie, sereal sarapan, bubur dan yoghurt.
Meskipun tidak ada asupan harian yang direkomendasikan untuk antosianin, diperkirakan banyak orang dewasa tidak mendapatkan asupan ini dalam jumlah cukup.
Sebuah makalah ulasan baru-baru ini menyarankan semua orang untuk makan 50 mg antosianin sehari supaya mendapatkan manfaat yang optimal.
Studi itu dilakukan oleh para peneliti dari Reading University dan diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2019.
Baca Juga: Pria Ini Terinfeksi Covid-19, Cacar Monyet, dan HIV secara Bersamaan!
Studi ini membandingkan konsumsi tiga dosis haskap berry dan plasebo pada orang dewasa yang lebih tua. Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam memori dan tekanan darah diastolik yang lebih rendah, dengan dosis haskap yang lebih tinggi menjadi lebih efektif.
Tekanan darah diukur dengan dua angka, yakni tekanan sistolik (angka yang lebih tinggi) dan tekanan diastolik (lebih rendah).
Tekanan darah tinggi dianggap 140/90 milimeter merkuri (mmHg) atau lebih tinggi (atau 150/90mmHg atau lebih tinggi jika Anda berusia di atas 80 tahun).
Sedangkan, tekanan darah normal itu berkisar antara 90/60mmHg dan 120/80mmHg. Hipertensi juga dapat menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung, gagal jantung, penyakit arteri perifer, aneurisma aorta, dan demensia vaskular.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?