Suara.com - Tidak semua orang memikirkan soal kesehatan di usia 20 atau 30 tahunan. Di umur yang produktif ini, orang-orang sibuk bekerja dan berusaha mencapai tujuan hidup yang diinginkan.
Hanya segelintir orang yang memahami bahwa penyakit seperti kanker bisa menyerang orang, tak peduli dengan usianya. Bahkan, menurut penelitian terbaru yang diungkap IndianExpress, orang yang lahir setelah tahun 1990 lebih mungkin terkena kanker sebelum usia 50 tahun dibanding generasi sebelumnya.
Temuan ini menduga bahwa penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup meskipun beberapa orang memang memiliki gen kanker. Oleh karenanya, ada baiknya untuk mengubah gaya hidup agar dapat mengurangi resiko kanker. Apa saja?
Berhenti Merokok
Merokok tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru, tapi juga terkait dengan 14 kanker lainnya, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.
Meskipun anak muda masa kini cenderung jarang merokok dan memilih rokok elektronik, namun sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai vapping dan kanker. Oleh karenanya, lebih baik untuk menghindari keduanya selagi bisa.
Pakai Sunscreen
Kanker kulit menjadi salah satu penyakit yang terdiagnosa sebelum umur 40an. Penyakit ini juga menjadi lebih umum selama beberapa dekade terakhir.
Penyebabnya adalah radiasi ultraviolet. Oleh karenanya, jangan lupa lindungi diri dengan sunscreen setidaknya dengan SPF 15.
Baca Juga: Peneliti Temukan Hampir Setiap Kanker Mengandung Jamur Unik, Bikin Jadi Ganas?
Lakukan Safe Sex
Hubungan seksual yang tidak aman mampu menyebarkan virus HPV. Virus ini bisa menyebabkan berbagai macam kanker seperti kanker serviks, mulut dan tenggorokan.
Jaga Berat Badan
Memiliki berat berlebih juga meningkatkan resiko 13 kanker seperti kanker usus, payudara, rahim dan pankreas. Kelebihan lemak menyebabkan peradangan dalam tubuh yang mendorong pertumbuhan tumor dan membantu sel kanker membelah.
Kurangi Alkohol
Alkhol dapat meningkatkan resiko beberapa kanker termasuk kanker hati, payudara, dan esofagus. Meskipun belum banyak penelitian terkait, satu penelitian menujukkan bila seorang peminum yang makan berlebihan memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia