Suara.com - Ketika mendengar osteoporosis, pasti yang terpikirkan banyak orang yaitu penyakit orang berusia lanjut. Hal ini karena osteoporosis menjadi penyakit yang berhubungan dengan pengeroposan tulang. Oleh sebab itu, orang-orang pasti berpikir pada sosok yang berusia lanjut.
Namun, rupanya osteoporosis juga memiliki risiko kepada anak-anak. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Putri Sakti, M. Gizi, SpGK, AIFO-K mengatakan, anak-anak atau dewasa muda juga memiliki kerentanan akan osteoporosis. Hal ini karena nutrisi yang dikonsumsi anak tidak terpenuhi dengan baik.
Dokter Putri menjelaskan, anak-anak memerlukan gizi seimbang untuk menjaga kepadatan dan kesehatan tulangnya. Pentingnya menjaga nutrisi ini juga sudah dihitung sejak anak masih berada di dalam kandungan. Nutrisi yang dikandung oleh ibu hamil, akan memengaruhi janin dan calon buah hatinya.
“Dari program hamil, ibu hamil ini nutrisinya harus bagus. Anak itu nutrisinya dihitung pertama kali dari janin. Jadi kalau ibunya nutrisinya bagus. Anak tersebut akan dari awal memiliki nutrisi yang baik,” ucap Dokter Putri saat diwawancarai, Minggu (23/10/2022).
Selain itu, pemberian ASI juga memengaruhi kesehatan tulang anak. Bahkan, saat ini dokter juga sudah merekomendasikan untuk memberikan vitamin D untuk pada anak setiap harinya.
Tidak hanya ASI dan vitamin D, pemberian MPASI juga berpengaruh untuk kepadatan tulang anak. Dokter Putri menyarankan, pemberian protein hewani menjadi unsur penting karena mengandung kalsium tinggi untuk mencegah osteoporosis di masa muda.
“Saat MPASI kita sangat menggaungkan protein terutama hewani harus tercukupi dengan baik. Karena kalsium protein hewani memang penyerapannya lebih bagus dari nabati,” ungkap Dokter Putri.
Sementara itu, untuk para ibu yang telah mengetahui dirinya osteoporosis saat hamil dapat berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan suplemen agar nutrisi janin tetap terpenuhi walaupun kondisi ibu mengalami osteoporosis.
“Jika para ibu sudah tau dia osteoporosis kan sudah tahu jika cadangannya rendah. Oleh karena itu, dia bisa berkonsultasi dengan dokter gizi suplemen yang ditambahkan seberapa banyak. Harapannya agar nutrisi janin tetap terpenuhi meskipun ibunya sudah memiliki osteoporosis,” jelas Dokter Putri
Baca Juga: Hari Osteoporosis Nasional: Peringatan akan Pentingnya Mengaja Kesehatan Tulang
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?