Suara.com - Pada daerah pelosok, sering kali ditemukan kasus stunting akibat ketidakmampuan orangtua memenuhi kebutuhan primer rumah tangga, khususnya soal pemenuhan pola makan gizi seimbang.
Meski demikian, area perkotaan tak luput dari permasalahan stunting meski akses ke makanan lebih mudah. Demikian diungkapkan oleh, Pipit Nur Rahma, selaku perwakilan Human Initiative DIY, mitra program Bunda Mengajar Kelurahan Kricak, Yogyakarta.
Hal ini terkait dengan berbagai makanan olahan dan berpengawet yang cepat penyajiannya kerap jadi pilihan orangtua di perkotaan.
"Di wilayah perkotaan, akses makanan mudah, tapi saking mudahnya, ada banyak pilihan makanan instan, yang kerap dikonsumsi. Tidak tahu bergizi atau tidak, yang penting anak kenyang," ujar Pipit dalam rangkaian acara "Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting", Rabu (9/10/22).
Tak cuma soal pemberian makanan yang tidak memperhatikan panduan gizi seimbang, stunting di area perkotaan juga dipengaruhi oleh masalah sanitasi dan pola asuh orangtua.
Masalah sanitasi timbul akibat wilayah perkotaan yang cenderung padat, di mana lingkungan pemukiman warga satu sama lain saling berdempetan dan tinggal di wilayah kumuh.
"Selain sanitasi orangtua balita di perkotaan cenderung sibuk, yang membuat pola asuh tidak kondusif. Misalnya ibu membatasi anak main gadget, tapi saat dititip ke neneknya, neneknya membolehkan, jadi ada miskonsepsi dalam parenting," ujar Pipit.
Karena itu, upaya edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan sumber penghasilan masyarakat diperlukan.
Pada program Bunda Mengajar yang diimplementasikan di Kelurahan Kricak, Yogyakarta ini berfokus pada tiga kegiatan yaitu edukasi, posyandu, dan urban farming.
Baca Juga: Kasus Stunting Masih Tinggi, Kemenkes Khawatirkan Dampaknya untuk Daya Saing Bangsa di Masa Depan
Diinisiasi oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika serta bekerja sama dengan Pemkot DIY dan Danone Indonesia, program tersebut salah satu upaya menjawab berbagai faktor permasalahan pemenuhan gizi seimbang di perkotaan.
Program Bunda Mengajar sendiri merupakan inisiatif program berkelanjutan di bawah payung gerakan bernama “Bersama Cegah Stunting” Danone Indonesia. Program tersebut dikembangkan bersama multi stakeholder dan hingga kini telah menjangkau lebih dari 4,5 juta penerima manfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?