Suara.com - Heboh penemuan mayat satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, dalam kondisi membusuk, diduga karena kelaparan. Lantas yang jadi pertanyaan, berapa lama manusia bertahan tanpa makan?
Peristiwa penemuan mayat ini terjadi di dalam rumah di Citra Garden 1 Extension Jakarta Barat. Ditemukan setelah warga mencurigai bau busuk yang menyeruak dari dalam rumah tersebut. Padahal satu keluarga itu sudah tidak terlihat selama dua bulan, dan dikira sudah pindah rumah.
Keempat jenazah yang diketahui terdiri dari Rudianto 71 tahun (suami), Margaret 58 tahun (istri), Dian 40 tahun (anak) dan Budianto 68 tahun (ipar) sudah tidak menerima nutrisi sejak tiga minggu lalu.
Anehnya, pada keempat mayat tidak ditemukan tanda kekerasan, dan ada dugaan sebelum meninggal anggota keluarga itu belum mengonsumsi makanan apapun.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce menyebut bahwa berdasarkan pemeriksaan, lambung dari mayat tersebut tidak berisi makanan. Hal tersebut dilihat dari otot-ototnya yang sudah mengecil.
Mengutip Healthline, Jumat (11/12/2022) tubuh membutuhkan makanan dan air untuk bertahan hidup. Meski peneliti tidak tahu persis berapa lama manusia bertahan tanpa makanan. Tapi catatan menunjukan orang bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum antara 8 hingga 21 hari.
Perkiraan ini didasarkan pada peristiwa dimana orang selamat dari kurungan atau dikubur hidup-hidup, tapi sayangnya eksperimen itu tidak bisa dilakukan pada manusia karena dianggap tidak etis.
Tapi perbedaan seseorang bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum, juga bergantung pada kesehatan seseorang, faktor usia dan sebagainya.
Dibanding tanpa makanan, tubuh tidak bisa lebih lama bertahan tanpa air, ini karena 70 persen tubuh manusia terdiri dari air.
Saat tubuh seseorang tidak menerima kalori yang cukup maka tubuhnya kelaparan. Hasilnya tubuh mengurangi jumlah energi yang dibakarnya. Apalagi juga nutrisi tidak ditambahkan, tubuh akan kelaparan dan nyawa menghilang.
Saat 5 hari pertama tanpa makanan, seseorang akan kehilangan berat badan 1 hingga 2 kilogram setiap harinya. Namun penurunan berat badan ini terjadi karena dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Selanjutnya selama beberapa minggu kelaparan, perubahan tubuh, penurunan berat badan tubuh melambat yakni rerata 0,3 kilogram per hari.
Semakin banyak simpanan lemak tersedia, semakin lama juga seseorang biasanya bisa bertahan hidup, Setelah simpanan lemak habis, tubuh menghancurkan otot untuk energi, karena itu Hsatu-satunya sumber bahan bakar yang tersisa.
Berita Terkait
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan
-
Satpam Ditemukan Tewas di Kontrakan Kalideres, Kondisi Tubuh Membiru
-
Bejat! Modus Pedagang Takoyaki Ajak Anak 11 Tahun Naik Sepeda, Berakhir Dicabuli di Kalideres
-
Modus Jemput Pakai Sepeda Mini, Pedagang Takoyaki di Kalideres Tega Cabuli Bocah di Bawah Umur
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini